Showing posts with label Rohani. Show all posts
Showing posts with label Rohani. Show all posts

Thursday, 21 July 2016

Kebangkitan Turki, Awal Kehancuran Israel

(1) Bagi kalangan anti-Erdogan. Hubungan diplomatik dengan Israel, selalu menjadi amunisi menghancurkan reputasi. Tutup mata pada sejarah. Turki di era AtTatruk terikat perjanjian dengan Barat (AS-UK), di antaranya kewajiban memberi restu terhadap negara Israel di tanah Palestina.

(2) Perjanjian yang sama soal Selat Bosphorus yang harus dibuka menjadi perairan internasional. Pun perjanjian Turki tidak boleh mengeksplorasi sumber daya alam dari tahun 1923 hingga 2023. 60 tahun Turki tunduk pada kepentingan komprador. Hanya di era AKP dan kepemimpinan Erdogan, Turki bangkit percaya diri.

(3) Turki Baru di tahun 2023, menjadi spirit bersama bangsa Turki. Turki dengan kegagahan ekonomi, kedigjayaan militer, kelihaian diplomasi, dan ruh jihad di kalangan rakyatnya. Turki tak kenal lelah merealisasikan cita-cita tertunda dari Sultan Salim, dan tentunya cita-cita Sultan Abdul Hamid II, yang menolak keberadaan Israel di Palestina.
(4) Kerja Sultan Erdogan kini fokus pada cita-cita pembebasan AlAqsha. Tentu secara bertahap. Setelah sukses membangun soliditas internal bangsa Turki. Kini Suktan Erdogan melebarkan sayap: menebar kekuatan Turki ke titik-titik strategis. Qatar dan Somalia menjadi basis militer Turki di Teluk dan Afrika. 2 negeri yang head to head dengan kepentingan Israel sekaligus.

(5) Kenapa Qatar? Ambisi Israel Raya jelas memasukkan Mekkah dan Madinah. Israel juga berkepntingan dengan laut Merah dan selat Aqabah perbatasan Saudi dan Mesir. Sementara di Afrika. Israel menempatkan basisnya di Eriteria, yang berbatasan dengan teluk Aden. Seakan Sultan Erdogan tengah mengimbangi, pengaruh Israel di Timteng dan Afrika.

(6) Mengapa saya optimis? Sebab saya yakin dengan analisa Syaikh Ahmad Yasin saat wawancara dengan AlJazeera TV sebelum dirudal. Beliau menegaskan keyakinannya bahwa kehancuran Israel akan dimulai tahun 2027. Bagi Syaikh Yasin. Tidak ada peradaban kafir yang bisa bertahan lebih dari 100 tahun, dengan satu syarat: kaum Muslimnya bangkit melawan.

(7) Jadi. Kita harus terus mempersiapkan diri sebagaimana Sultan Erdogan mempersiapkannya. Adapun yang teriak-teriak anti Yahudi tapi aman dari serangan Yahudi. Patut dicurigai. Karena mereka memang ada untuk menjadi bagian suksesor tim Israel Raya.



Sumber :

komentar :

Selengkapnya

Monday, 14 March 2016

Inilah Barang yang Haram Untuk Diperdagangkan


P

Banyak warung, toko dan pusat perbelanjaan tidak lagi mengenal halal dan haram, pokoknya apa saja dijual asalkan mendapatkan untung. Dengan modal yang berusaha sekecil mungkin, diharap bisa meraih keuntungan yang besar. Maka segala cara pun ditempuh bahkan untuk memperdagangkan barang yang haram. Padahal Islam tidak menghalalkan segala cara untuk meraih rizki. Ada cara yang benar yang mesti ditempuh. Seorang muslim harus menghindarkan diri dari memperdagangkan barang yang haram demi mendapatkan rizki yang barokah.

Berikut adalah beberapa komoditi atau barang yang haram diperdagangkan atau diperjual belikan:

1. Khomr (minuman keras atau setiap yang memabukkan)

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ketika turun ayat-ayat akhir surat Al Baqarah (tentang haramnya khomr), Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar lantas bersabda,


حُرِّمَتِ التِّجَارَةُ فِى الْخَمْرِ

“Perdagangan khomr telah diharamkan” (HR. Bukhari no. 2226).

2. Bangkai

3. Babi

babi-guling

4. Berhala

Dari Jabir bin Abdillah, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda di Mekah saat penaklukan kota Mekah,

إِنَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ حَرَّمَ بَيْعَ الْخَمْرِ وَالْمَيْتَةِ وَالْخِنْزِيرِ وَالأَصْنَامِ » . فَقِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ، أَرَأَيْتَ شُحُومَ الْمَيْتَةِ فَإِنَّهَا يُطْلَى بِهَا السُّفُنُ ، وَيُدْهَنُ بِهَا الْجُلُودُ ، وَيَسْتَصْبِحُ بِهَا النَّاسُ . فَقَالَ « لاَ ، هُوَ حَرَامٌ » . ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – عِنْدَ ذَلِكَ « قَاتَلَ اللَّهُ الْيَهُودَ ، إِنَّ اللَّهَ لَمَّا حَرَّمَ شُحُومَهَا جَمَلُوهُ ثُمَّ بَاعُوهُ فَأَكَلُوا ثَمَنَهُ

“Sesungguhnya, Allah dan Rasul-Nya mengharamkan jual beli khamar, bangkai, babi, dan patung.” Ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, apa pendapatmu mengenai jual beli lemak bangkai, mengingat lemak bangkai itu dipakai untuk menambal perahu, meminyaki kulit, dan dijadikan minyak untuk penerangan?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak boleh! Jual beli lemak bangkai itu haram.” Kemudian, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Semoga Allah melaknat Yahudi. Sesungguhnya, tatkala Allah mengharamkan lemak bangkai, mereka mencairkannya lalu menjual minyak dari lemak bangkai tersebut, kemudian mereka memakan hasil penjualannya.” (HR. Bukhari no. 2236 dan Muslim, no. 4132).

5. Anjing

Dari Abu Mas’ud Al Anshori radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى عَنْ ثَمَنِ الْكَلْبِ وَمَهْرِ الْبَغِىِّ وَحُلْوَانِ الْكَاهِنِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang hasil penjualan anjing, penghasilan pelacur dan upah perdukunan” (HR. Bukhari no. 2237 dan Muslim no. 1567).

Dalam hadits Jabir bin ‘Abdillah dikecualikan anjing yang dimanfaatkan untuk buruan. Dari Jabir, ia berkata,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ ثَمَنِ السِّنَّوْرِ وَالْكَلْبِ إِلَّا كَلْبَ صَيْدٍ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang upah penjualan kucing dan anjing kecuali anjing buruan” (HR. An Nasai no. 4668. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

6. Darah

Dari Abu Juhaifah, beliau berkata,

إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – نَهَى عَنْ ثَمَنِ الدَّمِ ، وَثَمَنِ الْكَلْبِ ، وَكَسْبِ الأَمَةِ ، وَلَعَنَ الْوَاشِمَةَ وَالْمُسْتَوْشِمَةَ ، وَآكِلَ الرِّبَا ، وَمُوكِلَهُ ، وَلَعَنَ الْمُصَوِّرَ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang hasil penjualan darah, hasil penjualan anjing dan upah dari budak wanita (yang berzina). Beliau juga melaknat orang yang mentato dan yang meminta ditato, memakan riba (rentenir) dan yang menyerahkannya (nasabah), begitu pula tukang gambar (makhluk yang memiliki ruh)” (HR. Bukhari no. 2238). Yang termasuk di sini adalah darah yang haram dimakan disebut “dideh” (dikumpulkan dari hasil penyembelihan hewan lalu diolah) atau darah untuk transfusi (donor darah).

anak-kucing

7. Kucing

Dari Jabir, beliau berkata,

أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى عَنْ ثَمَنِ الْكَلْبِ وَالسِّنَّوْرِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari hasil penjualan anjing dan kucing” (HR. Abu Daud no. 3479 dan An Nasai no. 4668. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

8. Gambar yang memiliki ruh (manusia dan hewan)

Dari Sa’id bin Abil Hasan, ia berkata,

كُنْتُ عِنْدَ ابْنِ عَبَّاسٍ – رضى الله عنهما – إِذْ أَتَاهُ رَجُلٌ فَقَالَ يَا أَبَا عَبَّاسٍ إِنِّى إِنْسَانٌ ، إِنَّمَا مَعِيشَتِى مِنْ صَنْعَةِ يَدِى ، وَإِنِّى أَصْنَعُ هَذِهِ التَّصَاوِيرَ . فَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ لاَ أُحَدِّثُكَ إِلاَّ مَا سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَقُولُ سَمِعْتُهُ يَقُولُ « مَنْ صَوَّرَ صُورَةً فَإِنَّ اللَّهَ مُعَذِّبُهُ ، حَتَّى يَنْفُخَ فِيهَا الرُّوحَ ، وَلَيْسَ بِنَافِخٍ فِيهَا أَبَدًا » . فَرَبَا الرَّجُلُ رَبْوَةً شَدِيدَةً وَاصْفَرَّ وَجْهُهُ . فَقَالَ وَيْحَكَ إِنْ أَبَيْتَ إِلاَّ أَنْ تَصْنَعَ ، فَعَلَيْكَ بِهَذَا الشَّجَرِ ، كُلِّ شَىْءٍ لَيْسَ فِيهِ رُوحٌ

“Aku dahulu pernah berada di sisi Ibnu ‘Abbas –radhiyallahu ‘anhuma-. Ketika itu ada seseorang yang mendatangi beliau lantas ia berkata, “Wahai Abu ‘Abbas, aku adalah manusia. Penghasilanku berasal dari hasil karya tanganku. Aku biasa membuat gambar seperti ini.” Ibnu ‘Abbas kemudian berkata, “Tidaklah yang kusampaikan berikut ini selain dari yang pernah kudengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku pernah mendengar beliau bersabda, “Barangsiapa yang membuat gambar, Allah akan mengazabnya hingga ia bisa meniupkan ruh pada gambar yang ia buat. Padahal ia tidak bisa meniupkan ruh tersebut selamanya.” Wajah si pelukis tadi ternyata berubah menjadi kuning. Kata Ibnu ‘Abbas, “Jika engkau masih tetap ingin melukis, maka gambarlah pohon atau segala sesuatu yang tidak memiliki ruh” (HR. Bukhari no. 2225).

9. Segala benda yang haram dan yang dimanfaatkan untuk tujuan haram

Dari Ibnu ‘Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى إِذَا حَرَّمَ شَيْئًا حَرَّمَ ثَمَنَهُ

“Sesungguhnya jika Allah Ta’ala mengharamkan sesuatu, maka Allah mengharamkan upah (hasil jual belinya)” (HR. Ad Daruquthni 3: 7 dan Ibnu Hibban 11: 312. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

Dalam lafazh musnad Imam Ahmad disebutkan,

وَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِذَا حَرَّمَ أَكْلَ شَيْءٍ ، حَرَّمَ ثَمَنَهُ

“Sesungguhnya jika Allah ‘azza wa jalla mengharamkan memakan sesuatu, maka Dia pun melarang upah (hasil penjualannya)” (HR. Ahmad 1: 293. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih). Oleh karenanya segala makanan atau minuman yang diharamkan, maka diharamkan pula jual belinya semisal jual beli hewan buas yang bertaring, darah, anjing, burung yang bercakar, hewan jalalah (yang mengkonsumsi najis), tikus, ular, semut dan katak.

Contoh yang dimanfaatkan untuk tujuan haram adalah alat musik dengan berbagai macam jenisnya, bahkan terdapat hadits khusus yang menyebutkan penjualannya yang haram. Dari Abu ‘Amir atau Abu Malik Al Asy’ari telah menceritakan bahwa dia tidak berdusta, lalu dia menyampaikan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِى أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ ، وَلَيَنْزِلَنَّ أَقْوَامٌ إِلَى جَنْبِ عَلَمٍ يَرُوحُ عَلَيْهِمْ بِسَارِحَةٍ لَهُمْ ، يَأْتِيهِمْ – يَعْنِى الْفَقِيرَ – لِحَاجَةٍ فَيَقُولُوا ارْجِعْ إِلَيْنَا غَدًا . فَيُبَيِّتُهُمُ اللَّهُ وَيَضَعُ الْعَلَمَ ، وَيَمْسَخُ آخَرِينَ قِرَدَةً وَخَنَازِيرَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

“Sungguh, benar-benar akan ada di kalangan umatku sekelompok orang yang menghalalkan zina, sutera, khamr, dan alat musik. Dan beberapa kelompok orang akan singgah di lereng gunung dengan binatang ternak mereka. Seorang yang fakir mendatangi mereka untuk suatu keperluan, lalu mereka berkata, ‘Kembalilah kepada kami esok hari.’ Kemudian Allah mendatangkan siksaan kepada mereka dan menimpakan gunung kepada mereka serta Allah mengubah sebagian mereka menjadi kera dan babi hingga hari kiamat” (HR. Bukhari secara mu’allaq –tanpa sanad- dengan lafazh jazm/ tegas).

Yang termasuk dalam hal ini lagi adalah jual beli rokok, dadu, kartu judi, buku yang berisi kekufuran, kebid’ahan, pemikiran sesat atau berisi akhlak yang rusak seperti buku porno, buku yang berisi gambar perempuan yang membuka aurat, baju yang terdapat gambar makhluk yang memiliki ruh –seperti pada baju anak atau kaos bola yang terdapat gambar pemain bola-, baju yang terdapat gambar wanita, pakaian wanita yang ketat dan seksi, dan baju yang memiliki salib.

Semoga Allah memudahkan para pedagang dan setiap yang terjun dalam bisnis untuk memperhatikan yang haram untuk dijauhi dan mencukupkan diri dengan yang halal.

Wallahu a’lam, wallahu waliyyut taufiq was sadaad.



Sumber :

komentar :

Selengkapnya

Thursday, 10 March 2016

SUBHANALLAH... Mengharukan Sekali, Janji Setia di Medan JIHAD



12799323_460420497487650_1152068308019311885_n



مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَىٰ نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ ۖ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلًا

"Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur (syahid). Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka tidak merubah (janjinya). [QS Al-Ahzab: 23]


SUBHANALLAH... Mengharukan sekali. Janji setia di medan JIHAD.

"Patah tumbuh hilang berganti." Para pejuang gugur, generasi pengganti kan muncul.

Allahummarhamhum rahmatan wasi'ah wa iyyana wa lil Muslimin...


Sumber :

komentar :

Selengkapnya

Pernah Mimpi Bertemu Orang yang Telah Meninggal, Ini Artinya Sebenarnya

Pernah Mimpi Bertemu Orang yang Telah Meninggal, Ini Artinya Sebenarnya

Ada sebuah istilah yang mengatakan, mimpi adalah bunga tidur yang tidak ada artinya, namun, ada juga beberapa orang yang menilai setiap mimpi mempunyai arti, seperti mimpi bertemu dengan orang yang telah meninggal.

Menurut sejumlah orang, ada makna tersembunyi di balik bertemu orang yang telah meninggal dalam mimpi, berikut ulasannya:

1. Sebagai pertanda kerinduan
Arti mimpi bertemu orang yang sudah meninggal adalah sebagai pertanda bahwa orang itu sangat merindukan sosok yang telah meninggal tersebut seperti orang tua, saudara, dan teman.
Setelah bermimpi maka tidak usah diambil pusing dan sebaiknya segera mendoakan orang yang telah meninggal dalam mimpi tersebut agar mendapatkan ketenangan dan jangan lupa sekali-kali mengunjungi makam mereka.

2. Pertanda adanya pesan dari orang yang telah meninggal
Ada beberapa orang yang berpendapat bahwa bermimpi bertemu dengan orang yang sudah meninggal berarti bahwa almarhum ingin menyampaikan pesan kepadanya karena selama hidupnya masih ada urusan yang belum terselesaikan.

3. Pertanda akan mendapat pertolongan
Pendapat lainnya mengatakan bahwa bermimpi bertemu dengan orang telah meninggal dunia adalah pertanda akan mendapat pertolongan dari seseorang yang akan membereskan masalah yang dihadapi orang tersebut.
Namun, ketiga makna tersebut belum dapat dibuktikan kebenarannya dan hanya berkembang sebagai mitos yang dipercaya oleh banyak orang.

Sementara itu, menurut Primbon Jawa, mimpi itu juga memiliki makna yang tersembunyi didalamnya yaitu sebagai pertanda bahwa semua yang diusahakan oleh orang tersebut akan sia-sia dan tidak berhasil.
Namun sebagai makhluk yang beriman, sebaiknya tidak langsung percaya dengan pertanda tersebut karena makna yang terkandung dalam mimpi tersebut merupakan penafsiran dari manusia saja dan belum terbukti kebenarannya.

Mimpi tersebut dapat mendekati nilai kebenaran jika orang yang bermimpi berperilaku baik dan jujur ​​dalam kehidupannya dan sebelum tidur selalu membersihkan diri terlebih dahulu dan mengambil air wudlu.
Selanjutnya adalah mimpi tentang anggota keluarga yang telah meninggal seperti kakek-nenek, ayah-ibu, dan adik-kakak.

Menurut penelitian spiritual yang telah dilakukan, ternyata banyak orang yang memimpikan anggota keluarganya yang telah meninggal dikarenakan oleh alasan psikologis seperti kekhawatiran terhadap kehidupan almarhum di akhirat dan rasa bersalah yang ditimbulkan oleh kurangnya waktu kebersamaan dengan almarhum sewaktu masih hidup. Ada beberapa makna tentang mimpi bertemu dengan anggota keluarga yang sudah meninggal, diantaranya adalah:

1. Merindukan almarhum
Anggota keluarga seperti kakek-nenek, ayah-ibu, dan adik-kakak adalah orang-orang yang sangat dekat dengan kehidupan seseorang, sehingga wajar bila orang yang telah ditinggal mati oleh keluarganya masih sangat merindukan sosok tersebut. Rasa rindu yang besar dapat memicu seseorang untuk memimpikan orang-orang yang telah meninggal tersebut sebagai obat kerinduan mereka.

2. Almarhum mengharapkan kiriman do'a
Makna lainnya adalah almarhum mengirimkan pesan kepada anggota keluarganya yang masih hidup untuk mengirimi mereka do'a agar mendapat ketenangan di akhirat. Sehingga sebaiknya setelah bermimpi hal tersebut langsung mendo'akan almarhum yang telah dimimpikan. Itulah beberapa makna mimpi bertemu orang yang sudah meninggal yang telah dipercaya oleh sebagian besar orang dan telah berkembang di masyarakat luas.



Sumber :

komentar :

Selengkapnya

Tuesday, 8 March 2016

Hukum Memakai Topi Bagi Seorang Muslim



http://www.toptenz.net/wp-content/uploads/2008/05/fedora.jpg

Apa hukum memakai topi (hat)? Sebagian ulama menyatakan tidak bolehnya. Seperti mungkin sebagian kita pernah mendengar dari fatwa Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin. Beliau menfatwakan akan haramnya karena terdapat bentuk tasyabbuh dengan orang kafir. Namun, topi sudah kita ketahui bersama untuk saat ini bukan lagi model pakaian orang kafir. Dan topi yang dimaksud bukanlah simbol keagamaan non muslim.  Topi ini jelas berbeda dengan salib yang  jelas-jelas menjadi simbol religius Nashrani. Untuk  itu perlu ada kejelasan mengenai hukum mengenakan topi seperti yang digunakan oleh anak-anak muda saat ini.
Dalam fatwa islamweb.net dijelaskan bahwa jika kita melihat fatwa Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin lainnya, ternyata tidak sampai beliau katakan haram. Sebagaimana dalam fatwa Liqo’ Al Bab Al Maftuh berikut ini:


السؤال: ما حكم لبس البرنيطة أو القبعة التي يلبسها الشباب؟

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin ditanya,  “Apa hukum memakai topi atau penutup kepala seperti yang dipakai pemuda-pemuda saat ini?”

أعطيك قاعدة -بارك الله فيك- الأصل في لبسها الحل نوعاً وكيفية, فأي إنسان يقول: هذا لباس حرام إما لنوعيته أو لكيفيته فعليه الدليل, فلبس البرنيطة من هذا الباب, إذا كان هذا من عادة النصارى والكفار فإنه حرام, لأن النبي صلى الله عليه وسلم قال: (من تشبه بقوم فهو منهم) وإذا لم يكن من عادتهم بل كان شائعاً بين الناس يلبسه الكفار والمسلمون فلا بأس. لكني أخشى أن اللابس لها يكون في قلبه أنه مقلد لهؤلاء النصارى أو الكفار فحينئذٍ يمنع من هذه الناحية, من كونه يعظم الكفار فيقلدهم.

Beliau menjawab, “Aku akan memberikan suatu kaedah penting padamu –barakallahu fiik, semoga Allah senantiasa memberkahimu-, hukum mengenakan topi tersebut adalah boleh baik dilihat dari jenis dan caranya. Jika ada yang mengatakan bahwa mengenakan semacam ini adalah haram dilihat dari jenis dan caranya, maka ia harus mendatangkan dalil. Mengenakan topi termasuk dalam kaedah ini. Jika topi semacam ini bagian dari kebiasaan orang-orang Nashrani dan orang kafir, maka topi tersebut menjadi haram. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa yang menyerupai (tasyabbuh) suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.”[1]Jika topi tersebut bukan lagi menjadi bagian dari tradisi non muslim bahkan sudah tersebar luas di tengah-tengah manusia, orang kafir mengenakannya, begitu pula kaum muslimin, maka tidak mengapa mengenakan topi semacam itu. Akan tetapi aku khawatirkan bahwa yang memakai topi semacam ini di dalam hatinya ada maksud meniru-niru budaya Nashrani atau orang kafir. Oleh karenanya, dari sisi ini terlarang karena terdapat unsur mengagungkan non muslim dan meniru-niru mereka.[2]

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjObjOntnHTX6owBNCGpoo_PmKczl2R4ZogkxxBnz9oEdvrALfS9_D8YCupDoVP6dvY2hTm2J2RzNx00srRiyCXYpxCFEPYUAoTJJIGbMdIIkilW0wyUruUTNjyLK_imTdzxqxISCUu/s530/IMG_20151129_040434.JPG

***
Inilah penjelasan yang amat jelas. Penjelasan di atas menerangkan bahwa ada beda antara hukum memakai topi yang khusus dikenakan orang kafir, dan topi yang tersebar di tengah-tengah kaum muslimin saat ini dan topi yang dikenakan tersebut bukanlah khusus untuk orang kafir. Inilah kaedah dalam memahami tasyabbuh yang terlarang. Kaedah tersebut adalah:
  1. Jika ada pakaian yang hanya khusus dikenakan oleh orang kafir, maka tidak boleh bagi seorang muslim mengenakan pakaian semacam itu. Contohnya adalah pakaian atau topi yang menjadi keistimewaan para pendeta non muslim.
  2. Jika ada pakaian yang sudah tersebar luas di tengah-tengah kaum muslimin dan tidak jadi khusus bagi non muslim, maka pakaian semacam ini tidak dinilai tasyabbuh (yang tercela).
Yang paling utama adalah kita berpakaian dengan meniru (tasyabbuh) pada pakaian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jika tidak, maka berpakaianlah seperti pakaian yang ada di negeri kita masing-masing selama pakaian tersebut tidak menyelisihi syari’at. Dalam liqo’ bulanan, Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin pernah mengatakan,

ينبغي أن نقابل الذين يلبسونها باللين واللطف ونقول: لا ينبغي أن تخرج عن عادة البلد دون الإنكار عليه

“Hendaklah kita bersikap lemah lemut. Kami katakan, “Tidak pantas jika seseorang keluar dari kebiasaan berpakaian di negerinya dan sampai menolaknya.”

Catatan: Mengenai video Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin yang tersebar di Youtube yang membicarakan tentang haramnya memakai topi, maka ada beberapa alasan sebagai jawabannya:

1. Barangkali itu fatwa Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin terdahulu dan di atas adalah fatwa belakangan. Fatwa di atas lebih jelas dan menyampaikan kaedah yang lebih rinci.

2. Kita pahami fatwa dengan dalam video tersebut dengan kaedah yang beliau bawakan di atas. Apakah sekarang topi tersebut hanya spesial untuk orang kafir? Atau kaum muslimin sudah dianggap biasa mengenakannya? Jika sudah menjadi kebiasaan orang banyak -bukan hanya spesial untuk orang kafir-, maka tidak ada masalah mengenakannya.

3. Fatwa ulama tidak bisa menghukumi seseorang seperti layaknya hukum di pengadilan. Sehingga jika ada yang menyelisihi fatwa tersebut karena menimbang dengan alasan lainnya yang lebih kuat, tidak bisa kita anggap dia keliru.


Wallahu a’lam.
 
 

Sumber :

komentar :

Selengkapnya

Gerhana, Bukan Hanya Sebatas Fenomena Alam


gerhana matahari

Gerhana, Bukan Hanya Sebatas Fenomena Alam

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Sejak berita tentang peristiwa gerhana disebarkan di media, banyak orang mulai berfikir, bagaimana caranya  bisa mengabadikan peristiwa dan fenomena gerhana itu dengan baik. Fenomena yang sangat langka, mengingat gerhana akan terjadi mendekati total, bahkan ada yang sampai lebih dari 90%. Dan itu hanya bisa dilihat di Indonesia. Bahkan diberitakan, akan ada banyak wisatawan manca negara yang datang ke Indonesia.

Terlepas dari semua rencana manusia terkait gerhana, sebelumnya kita perlu memperhatikan, sebenarnya suasana yang bagaimana yang perlu kita kondisikan ketika terjadi gerhana?

Allah menjelaskan dalam al-Qur’an,


وَمَا نُرْسِلُ بِالْآَيَاتِ إِلَّا تَخْوِيفًا

“Tidaklah kami mengirim ayat-ayat itu selain untuk menakut-nakuti (hamba).” (al-Isra: 59)

Yang dimaksud “ayat-ayat itu” adalah semua tanda yang menunjukkan kekuasaan Allah, baik yang ada di lingkungan sekitarnya, termasuk  mukjizat yang Allah berikan kepada para nabi.

Tujuan Allah menciptakan semua fenomena alam, untuk menunjukkan ke-Maha Kuasan Allah kepada hamba-Nya. Sehingga semakin menambah rasa takut mereka kepada-Nya. Termasuk peristiwa gerhana. Matahari yang demikian terang, dengan kuasa Allah bisa tertutup, sehingga suasana menjadi gelap, hanya tinggal bayangan cahaya putih yang mengitarinya.

Bagi orang kafir, mereka melihat kejadian ini tanpa pernah terbayang tentang siapa penciptanya. Mereka hanya memikirkan, ini fenomena alam nan indah, yang layak diabadikan dengan kameranya.
Berbeda dengan seorang muslim, kejadian semacam ini bukan hanya sebatas fenomena alam. Namun itu adalah peringatan agar dia semakin takut kepada Sang Kuasa. Karena mereka mengimani bahwa ini semua ada penciptanya.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9iLcCqUiYvoumCISLrrax9nKGLpkjfZeTj_C59kAwUsJBG2MN9AFDx67GK2vcg8im6ILEqn9LC7vI2uqGO69exclYWu_EbxPDSkpIcTSR4ZalP0T3M26yZssKgDWssHwYySAQ3FVd95xI/s1600/20125031N9fO8oir.jpg

Sikap semacam inilah yang terjadi pada diri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau melihat fenomena alam. Tidak hanya peristiwa gerhana, sampaipun hanya mendung gelap, terlihat roman ketakutan di wajah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Aisyah menceritakan,

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ  – صلى الله عليه وسلم –  إِذَا رَأَى نَاشِئًا فِيْ أُفُقٍ مِنْ آفَاقِ السَّمَاءِ، تَرَكَ عَمَلَهُ – وَإِنْ كَانَ فِيْ صَلاَتِهِ – ثُمَ أَقْبَلَ عَلَيْهِ، فَإِنْ كَشَفَهُ اللهُ حَمِدَ اللهُ، وَإِنْ مَطَرَتْ قَالَ : اَللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا

“Rasulullah  –shallallahu alaihi wa sallam– apabila melihat mendung di ufuk langit, maka beliau meninggalkan aktivitasnya, meskipun dalam keadaan shalat, kemudian menghadap kepadanya. Apabila Allah menyingkapnya, maka beliau memuji-Nya dan apabila turun hujan, beliau berdoa, ‘Ya Allah jadikanlah hujan ini adalah hujan yang bermanfaat’.” (HR. Bukhari Adabul mufrad)

Mengapa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketakutan? Karena beliau khawatir, jangan-jangan, mendung gelap itu adalah mukadimah adzab, seperti yang terjadi pada kaum ‘Ad.

Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan,

Apabila Rasulullah melihat mendung gelap atau angin ribut, kelihatan perasaan takut di wajah beliau. Saya bertanya, “Ya Rasulullah, banyak orang ketika melihat mendung, mereka senang, berharap sebentar lagi turun hujan. Sementara anda, ketika melihat mendung, nampak di wajah anda suasana tidak nyaman.”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

يَا عَائِشَةُ مَا يُؤْمِنِّى أَنْ يَكُونَ فِيهِ عَذَابٌ عُذِّبَ قَوْمٌ بِالرِّيحِ ، وَقَدْ رَأَى قَوْمٌ الْعَذَابَ فَقَالُوا (هَذَا عَارِضٌ مُمْطِرُنَا)

Wahai Aisyah, saya khawatir, mendung ini membawa adzab, yang dulu ada orang diadzab dengan angin kencang. Kaum itu ketika melihat mendung berisi adzab, mereka mengatakan, “Awan ini akan menurunkan hujan untuk kami.”(HR. Bukhari 4829)

Seperti ini pula yang diingatkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika terjadi gerhana. Beliau sampaikan kepada para sahabat, bahwa itu bagian dari tanda kekuasaan Allah. Agar kita semakin mengagungkan Allah dan semakin takut kepada-Nya. Inilah yang menjadi alasan mengapa kita dianjurkan melakukan shalat gerhana, dan banyak berdzikir kepada-Nya.

Dari al-Mughiroh bin Syu’bah, Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَادْعُوا اللَّهَ وَصَلُّوا حَتَّى يَنْجَلِىَ

“Matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Kedua gerhana tersebut tidak terjadi karena kematian atau lahirnya seseorang. Jika kalian melihat keduanya, berdo’alah pada Allah, lalu shalatlah hingga gerhana tersebut hilang (berakhir).” (HR. Bukhari 1043 dan Muslim 2147)

Hadirkan perasaan takut kepada Allah ketika terjadi gerhana…
Bukan sebatas semangat untuk mengabadikannya dalam kamera.

Karena gerhana bukan semata fenomena alam. Namun tanda kekuasaan Sang Pencipta agar kita semaki takut kepada-Nya.

Allahu a’lam.


Sumber :

komentar :

Selengkapnya

Thursday, 3 March 2016

Larangan Duduk Memeluk Lutut Saat Sedang Mendengar Khutbah Jumat



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEju2pWlmJSHxtkRJnSJTsIMg0F0ZczyTVOCW4PIRG0u4m4nqnf1cZtjXHok4ZPOV_XrdBkRuwbBN1p6oc91F4oU_okPGC7IlCZx9c3nQnsduORe8SOI-fkYggJOhn0M29d_uPQZlYXcXTw/s1600/duduk+ihtiba2.jpg

Larangan Duduk Memeluk Lutut Saat Khutbah Jumat

Hadits yang dimaksud adalah dari Sahl bin Mu’adz dari bapaknya (Mu’adz bin Anas Al-Juhaniy), ia berkata,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى عَنِ الْحُبْوَةِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَالإِمَامُ
يَخْطُبُ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari duduk dengan memeluk lutut pada saat imam sedang berkhutbah.” (HR. Tirmidzi no. 514 dan Abu Daud no. 1110. Al Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Imam Nawawi rahimahullah dalam Riyadhus Shalihin membawakan hadits di atas dengan menyatakan dalam judul bab,

كَرَاهَةُ الاِحْتِبَاءِ يَوْمَ الجُمُعَةِ وَالإِمَامُ يَخْطُبُ لِأَنَّهُ يَجْلِبُ النَّوْم فَيَفُوْت اِسْتِمَاع الخُطْبَة وَيَخَافُ اِنْتِقَاض الوُضُوْء

“Dimakruhkan memeluk lutut pada hari Jumat saat khatib berkhutbah karena dapat menyebabkan tertidur sehingga terluput dari mendengarkan khutbah dan khawatir pula seperti itu dapat membatalkan wudhu.”
Imam Nawawi membawakan perkataan Al Khattabi yang menyatakan sebab dilarang duduk ihtiba’,

نُهِيَ عَنْهَا لِاَنَّهاَ تَجْلِبُ النَّوْم فَتَعْرِض طَهَارَتُه لِلنَّقْضِ وَيَمْنَعُ مِنَ اسْتِمَاعِ الخُطْبَةِ

“Duduk dengan memeluk lutut itu dilarang (saat mendengar khutbah Jumat) karena dapat menyebabkan tidur saat khutbah yang dapat membatalkan wudhu, juga jadi tidak mendengarkan khutbah.” (Al Majmu’, 4: 592).

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0TVtPhtxZ2g2HwYf2xP5xs6MAkm8J6p3EIPXCMn7T5Qq-ORDF29vl1C-8SNEup0zXf6RtOGwH2l421sEqwVGBO_hZKJvZR3kzC0Q2i6wRPJeJznuKRr8AYkIpWz4MsCTDeiDj_jWOnbci/s640/45.jpg

Menurut Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah, duduk ihtiba’ adalah duduk dengan mendekatkan paha pada perut dan betis didekatkan pada paha tadi, lalu diikat dengan tali, imamah atau cara lainnya. Lihat Syarh Riyadhus Sholihin, 6: 449.

Intinya, yang dilakukan adalah duduk yang sifatnya makruh atau terlarang. Kita biasa melihat pada sebagian jama’ah shalat Jumat seperti contoh duduk di bawah ini.


Duduk ihtiba’ (memeluk lutut) yang terlarang dalam Khutbah Jumat


Hanya Allah yang memberi taufik. Silakan SHARE pada kaum muslimin yang lain yang belum memahami larangan ini.



Sumber :

komentar :

Selengkapnya

Waspada!! Ada Bahaya apa dibalik Film Kartun Naruto?




Semua orang pasti kenal dan pernah mendengar Naruto. Naruto adalah salah satu film kartun animasi yang berasal dari manga (komik) Jepang yang ditulis oleh Masashi Kishimoto. Pertama kali ditayangkan dalam bentuk animasi alias kartun, 3 Oktober 2002 M melalui jaringan televisi Animax sampai banyak negara yang ikut menayangkannya, termasuk Indonesia.

Kartun Naruto bercerita seputar kehidupan tokoh utamanya yang bernama Naruto Uzumaki. Ayahnya bernama Namikaze Minato dari  Konohakagure (desa Konoha) menikah dengan ibu Naruto yang bernama Kushina Uzumaki, penduduk desa Uzukagure. Ayah Naruto seorang shinobi (ninja) sekaligus hokage (pemimpin) yang keempat bagi Konoha.

Konoha adalah desa terkuat dalam dunia Naruto, karena banyak melahirkan ninja hebat dan kuat. Mereka memiliki lima ninja legendaris, diantaranya ayah Naruto, Namikaze Minato. Mereka sering kali diserang oleh para ninja dari desa lainnya. Bahkan Konoha pernah diserang oleh biiju bernama “Kyuubi”.

Mashasi Kishimoto menampilkan biiju  yang merupakan setan purba alias monster. Biiju dalam kisah Naruto berjumlah sembilan monster yang diyakini sebagai makhluk besar setengah dewa dan ditakuti oleh masyarakat. Biiju ini bermacam-macam, tergantung jumlah ekornya, mulai berekor satu sampai sembilan.

Bila biiju merasuk dan tersegel dalam tubuh manusia, maka manusianya disebut dengan “jinchuuriki”. Sebuah contoh, Naruto saat dirasuki oleh biiju Kyuubi (berekor sembilan) yang menyerupai rubah atau serigala, maka ia disebut “Jinchuruuki Naruto”. Karenanya, bila Naruto marah dan beraksi, ia berwajah seperti rubah atau serigala dan kekuatannya bertambah, akibat pengaruh biiju dalam tubuhnya.

Semua biiju telah ditangkap oleh kelompok Akatsuki, kecuali biiju Hachibi (yang bersarang dalam tubuh Killer Bee) dan Kyuubi (yang terdapat dalam tubuh Naruto).

Itulah sebabnya mereka memerangi Naruto dan kaumnya dengan berbagai cara agar mampu mengeluarkan biiju Kyuubi dalam tubuh Naruto. Resikonya, Naruto harus mati. Mereka ingin mengumpulkan sembilan biiju demi menciptakan biiju berekor sepuluh agar mereka bisa menguasai dunia dengan zhalim.

Para pembaca yang budiman, ini sekilas cerita fiksi dari kartun Naruto. Sekalipun ceritanya masih amat panjang, tapi kami bawakan sekedar mukaddimah menuju sebuah tujuan, yaitu menyibak sebagian kesesatan yang terselip dalam kartun tersebut. Mungkin bagi sebagian orang, hal itu remeh. Tapi sebenarnya tidaklah demikian. Coba kita lihat beberapa racun-racun ganas berupa kesesatan dan penyimpangan yang terdapat dalam kisah Naruto berikut ini:

* Mengajarkan dan Membenarkan Ilmu Sihir

Di dalam komik dan kartun Naruto, si Penulis (Masashi Kishimoto) menyusupkan sesuatu yang amat berbahaya bagi aqidah anak-anak muslim dan umat secara umum, yaitu Penulis membenarkan dan membolehkan sihir yang telah diharamkan dalam Islam, melalui aksi dan jutsu (teknik silat) yang dilakoni oleh Naruto Uzumaki, atau pun para musuhnya (kelompok Akatsuki) dan lainnya. Kita lihat bahwa jutsu dan chakra (tenaga dalam) yang dipraktekkan dalam dunia Naruto, seperti ada chakra yang dipraktekkan dan dimanipulasi untuk menciptakan efek supranatural, semisal kemampuan berjalan di atas air, mengurung makhluk halus (biiju) dalam tubuh seseorang dan lainnya dan masih banyak lagi ilmu sihir yang dipraktikkan dalam aksi silat mereka. Contoh lain, Mei Terumi (tokoh antagonis) mengeluarkan lava dari mulut, atau Naruto –misalnya- mampu membagi diri menjadi tiga sebagaimana dalam Komik Chapter 433. Belum lagi, ilmu sharingan (jurus mata) yang dengannya bisa mengetahui gerakan musuh tiga detik sebelum kejadian terjadi dan mampu meniru jurus-jurus lawan.

Semua ini adalah sihir!! Semua ini akan mendidik anak-anak dan masyarakat muslim agar terbiasa dengan ilmu sihir sehingga mereka pun pada gilirannya akan membenarkan dan menghalalkan sihir.

Adapun haramnya sihir, Allah -Ta’ala- berfirman,

وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ [البقرة : 102]

“Dan mereka (Yahudi) mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir). Hanya syaitan-syaitanlah yang kafir (yakni, mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia…”. (QS. Al-Baqoroh : 102)

Sihir adalah segala perkara yang samar dan halus sumber atau sebabnya dengan bantuan setan. [Lihat Lisanul Arab (4/348) dan Tahdzib Al-Lughoh (4/169) oleh Al-Azhariy]

Al-Imam Abu Abdillah Adz-Dzahabiy -rahimahullah- berkata, “Sesungguhnya penyihir mesti kafir. Setan terlaknat tidaklah memiliki tujuan dalam mengajari manusia tentang sihir, kecuali agar manusia menyekutukan Allah dengan setan. Anda melihat kebanyakan orang sesat masuk dalam sihir, sedang ia menyangka bahwa sihir cuma haram!! Mereka tak menyadari bahwa sihir adalah kekafiran!!!” [Lihat Al-Kaba’ir (hal. 10-11)]
Ayat ini dijadikan dalil oleh para ulama bahwa sihir adalah kekafiran dan pelakunya kafir!! Karena seorang penyihir mesti melakukan kekafiran demi meraih sihir dari setan. [Lihat Fathul Bari Syarh Shohih Al-Bukhoriy (10/224)]

Sementara dalam dunia Naruto, sihir tak lepas dari aksi-aksi mereka. Hal yang seperti ini sudah biasa dalam kehidupan kaum kafir (seperti, Buddha, Hindu, Shinto dan lainnya), yang notabene Penulis Naruto berasal dari kaum kafir. Adapun dalam Islam, sihir dengan segala macamnya telah diharamkan!! Bahkan sihir adalah kekafiran dan kezhaliman!!!

* Memperkenalkan dan Mendekatkan Ajaran Shinto

Kesesatan lain dari kisah Naruto,  Penulisnya berusaha menyusupkan dan memperkenalkan sebagian ajaran Shinto dengan meyakini adanya dewa yang mereka pertuhankan.

Musuh Naruto bernama Pain Akatsuki –misalnya-, diyakini sebagai dewa, yang mampu menghidupkan orang mati dan menciptakan sesuatu yang mengikuti kehendaknya.

Jelas ini adalah aqidah (keyakinan) batil dalam Islam. Tak ada yang mampu menciptakan, mematikan atau menghidupkan orang setelah mati, selain Allah. Tuhan kita berfirman,

يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَيُحْيِي الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَكَذَلِكَ تُخْرَجُونَ (19) وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ إِذَا أَنْتُمْ بَشَرٌ تَنْتَشِرُون [الروم : 19 ، 20]

“Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi sesudah matinya. dan seperti Itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur). Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, Kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak”. (QS. Ar-Ruum : 19-20)

Bahkan Pain juga   digambarkan mampu menghentikan hujan di Amekagure. Subhanallah, sungguh ini adalah kedustaan dan kekafiran yang nyata telah disisipkan oleh Penulis Naruto. Menurunkan hujan dan menahannya adalah tugas Allah, tak ada makhluk yang mampu melakukannya. Allah -Ta’ala- berfirman,

وَاللَّهُ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَسْمَعُون [النحل : 65[

“Dan Allah menurunkan dari langit air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran)”. (QS. An-Nahl : 65)

Menghidupkan, mematikan, mencipta makhluk atau menurunkan hujan adalah sifat-sifat dan perbuatan yang khusus bagi Allah. Tak ada yang mampu melakukannya, selain Allah. Jika muslim meyakini ada makhluk bisa melakukan hal-hal itu, maka ia musyrik, bahkan boleh jadi murtad!!

Mitos Shinto lainnya, istilah “Amaterasu”. Amaterasu dalam dunia Naruto adalah tingkat tertinggi teknik api, api hitam Amaterasu. Dikatakan api hitam dari neraka yang panasnya seperti matahari. Ini digunakan oleh Sasuke Uchiha (saingan Naruto).

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXXK9ZbNeSk1kTZ9YAjchzrtgDxX0nUh_NFYtexGmpvDWuaqgsRwwu8wjI2FiGsMaYo9DtyzabOKHComVKOk6YzRYMWlymwS0qMSkmX0n3tOvdlY6YGQjUK3tFi3jwzfE9aWxGWzp5VJA/s1600/hashirama_senju_by_sambuz-d4w831q.jpg

Kata “Amaterasu” sebenarnya adalah nama Dewi Matahari dalam keyakinan Shinto. Sedang kerajaan Jepang meyakini diri mereka berasal dari keturunan Amaterasu. Perhatikan kelihaian Penulis Naruto dalam menyisipkan ajaran Shinto. Dia gambarkan bahwa jurus andalan Sasuke adalah Amaterasu, sehingga bisa memberi kesan bahwa memang Dewi Matahari (Amaterasu) adalah hebat!!

Para pembaca yang budiman, seseorang tak akan sempurna keislamannya sampai ia berlepas diri dan benci kepada kekafiran beserta simbol-simbol dan ajarannya. Lantaran itu, Nabi Ibrahim -Shallallahu alaihi wa sallam- pernah menyatakan baro’ (berlepas diri) dari kaumnya yang kafir dan beliau mengingkari kekafiran mereka. Allah berfirman,

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ إِلَّا قَوْلَ إِبْرَاهِيمَ لِأَبِيهِ لَأَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ وَمَا أَمْلِكُ لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِير [الممتحنة : 4]

“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja”. (QS. Al-Mumtahanah : 4)

Satu diantara simbol dan mitos kekafiran, Amaterasu (Dewi Matahari) yang disembah dan dipertuhankan bangsa Jepang!! Simbol dan mitos ini harus kita jauhi dan benci!!!

*  Menyusupkan Paham Reinkarnasi

Ini adalah kesesatan berikutnya yang terpendam halus dalam animasi Naruto. Aqidah reinkarnasi dalam Islam adalah aqidah batil dan kufur.  Allah -Azza wa Jalla- berfirman,

حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ (99) لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلَّا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ [المؤمنون : 99 – 100]

“Dia (orang kafir yang sekarat) berkata,” Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku berbuat amal sholeh terhadap yang telah aku tinggalkan”. Sekali-kali tidak ! Sesungguhnya itu adalah perkara yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan”.(QS. Al-Mu’minun: 99-100).

Al-Hafizh Ibnu Katsir Ad-Dimasyqiy -rahimahullah-  saat menafsirkan  ayat-ayat di atas, beliau membawakan beberapa ayat tentang tidak bisanya seseorang mengalami reinkarnasi (kembali) ke dunia sebelum kiamat. Kemudian beliau berkata, “Jadi, Allah -Ta’ala- telah menyebutkan bahwa mereka meminta kembali ke dunia, maka mereka tak dipenuhi keinginannya ketika sekarat, pada hari kebangkitan, hari mahsyar, ketika dihadapkannya para makhluk kepada Allah Al-Jabbar, dan ketika mereka digiring ke neraka, sedang mereka berada dalam kepungan siksa neraka Jahim”. [Lihat Tafsir Ibnu Katsir (3/341)]
Kita lihat dalam Kartun Naruto, seorang tokoh antagonis bernama Nagato (Pain) mengembalikan nyawa warga Konoha yang telah ia serang.

Bukan cuma Pain, disana juga ada Kabuto Yakushi buronan dari warga Konoha dan pembela Orochimaru. Kabuto diyakini memiliki jutsu yang bisa menghidupkan kembali orang yang telah mati. Subhanallah, ini betul-betul sesat lagi menyesatkan pemirsa.

Abul Hasan Muhammad bin Ahmad Al-Malthiy -rahimahullah- berkata, “Demikian pula tentang keyakinan mereka dalam masalah reinkarnasi telah didustakan oleh firman Allah –Tabaroka wa Ta’ala- (lalu beliau sebutkan ayat di atas). Allah mengabarkan bahwa para penghuni kubur tak akan dibangkitkan (dari kuburnya) sampai hari kebangkitan. Jadi, barangsiapa yang menyelisihi hukum Al-Qur’an ini, maka ia sungguh telah kafir”. [Lihat At-Tanbih wa Ar-Rodd (hal. 19), karya Al-Malthiy]

* Menyatakan adanya Manusia Kekal Abadi

Ini tampak pada diri Madara Uchiha (Tobi) dan Hiden. Jika kita mengikuti serial Naruto, disana dikesankan bahwa Madara alias Tobi, seorang tokoh antagonis utama Akatsuki mampu meregenerasi sel-selnya yang rusak sehingga ia mampu hidup seterusnya. Adapun Hidan (anggota Akatsuki) diceritakan bahwa ia dipotong-potong oleh Shikamaru dalam pertarungannya, lalu potongan-potongan badannya dimasukkan ke dalam lubang. Walaupun demikian, Hidan tetap hidup!! Untuk menyambung badannya, ia menunggu bantuan parnernya bernama Kakuzu.

Ini jelas kebatilan yang amat menyalahi Al-Qur’an dan Sunnah Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-. Allah -Subhanahu wa Ta’ala- berfirman dalam (QS. Al-Anbiyaa’ : 34-35),

وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِنْ قَبْلِكَ الْخُلْدَ أَفَإِنْ مِتَّ فَهُمُ الْخَالِدُونَ (34) كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ [الأنبياء : 34 ، 35]

“Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad); Maka Jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal? Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati”.

Ayat ini membantah keyakinan adanya manusia yang kekal abadi. Mitos Jepang ini mirip dengan khurofat yang diyakini sebagian kaum sufi yang meyakini keabadian Nabi Khidir.

Al-Allamah Ibnu Nahsir As-Sa’diy -rahimahullah- berkata usai membawakan ayat di atas, “Jadi, Nabi Khidir sungguh telah diwafatkan oleh Allah -Azza wa Jalla- sebelum masa Rasul -Shallallahu alaihi wa sallam-. Andaikan ia ada (hidup), maka mesti baginya untuk datang kepada Rasul -Shallallahu alaihi wa sallam-. Hanyalah itu kisah-kisah bohong yang tak ada dalil dan landasannya. Walaupun sebagian orang berusaha menguatkannya, namun ini tak benar. Bahkan seluruhnya tak ada yang benar sedikitpun!!” [Lihat Syarh Nawaqidh Al-Iman (hal. 97)]

Jadi para manusia terbaik saja (yakni para nabi) tidak kekal di dunia. Apalagi selain mereka. Dari sini kita mengetahui kesesatan mitos Jepang yang disisipkan Masashi Kishimoto.

Para pembaca yang budiman, inilah beberapa kesesatan dan kekafiran yang diselipkan oleh si Penulis animasi kartun Naruto dengan lihai. Namun banyak diantara kita lalai dan tak sadar kalau kartun Naruto berusaha merusak aqidah dan agama kita. Karenanya, perlu kita waspadai kartun ini bagi diri dan anak-anak kita. Sebenarnya masih banyak penyimpangan dalam kartun itu yang perlu disorot, seperti porno aksi. Tapi yang sedikit  ini cukup sebagai isyarat bagi yang lain.



Sumber :

komentar :

Selengkapnya

Wednesday, 2 March 2016

Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi di Hari Jumat, Umat Muslim Wajib Tau

Surat Al Kahfi adalah salah satu surat dalam Al-Qur’an yang terletak di bagian akhir juz 15 dan di awal juz 16. Surat Al Kahfi ini termasuk surat Makiyyah, atau surat yang diturunkan di Kota Makkah. Surat Al Kahfi berjumlah 110 ayat dan menempati urutan ke 18 dari 114 surat yang ada dalam Al Qur’an.

Surat Al Kahfi adalah salah satu surat yang memiliki banyak keutamaan dan manfaat jika dibaca dan diamalkan dengan benar oleh umat Islam. Surat ini dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk dibaca umat Muslim pada hari Jum’at atau malam Jum’at. Sebenarnya tak harus hari Jum’at saja, namun sangat dianjurkan pada hari tersebut. Karena hari Jum’at adalah hari yang baik bagi umat Islam di seluruh dunia. 

Nah, berikut ini adalah 4 alasan kuat kenapa kita sebagai umat Islam jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan membaca Surat Al Kahfi dengan penuh penghayatan dan keikhlasan di hari Jum’at.

1. Dapat Melindungi Kita dari Dajjal dan Segala Fitnahnya

Konon, dalam beberapa riwayat hadits, makhluk bernama Dajjal ini adalah seburuk-buruk makhluk yang pernah ada. Ada yang meriwayatkan dia bermata satu dengan kulit warna merah, ada yang meriwayatkan dia berbadan besar dan akan muncul dari Segitiga Bermuda. Ada pula yang mengatakan bahwa dia adalah sebuah makhluk yang memiliki tulisan “Kaf Fa Ro” yang artinya “Kafir”.Dalam sebuah hadits diriwayatkan, “Dajjal tidak akan muncul sehingga manusia melupakannya dan para Imam meninggalkan untuk mengingatnya di atas mimbar-mimbar.” (HR Ahmad).

Terlindung dari fitnah Dajjal yang kejam [image source]
Terlindung dari fitnah Dajjal yang kejam [image source]

Nah, salah satu keutamaan dan manfaat dari membaca surat Al-Kahfi setiap hari Jum’at atau malam Jum’at salah satunya adalah menghindarkan kita dari fitnah keji Dajjal tersebut. Karena fitnah Dajjal sangat kejam, dan dapat membawa kita kepada kesesatan dan neraka Jahanam. Hal tersebut diperkuat dengan hadits berikut ini, “Barang siapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka Dajjal tidak bisa memudharatkannya.” (HR Dailami).

2. Kita Akan Mendapatkan Cahaya Penerang dari Allah

Dalam kehidupan ini, apa yang membuat hidup kita penuh keberkahan dan ketentraman adalah ketika Allah telah ridho terhadap apa-apa yang kita perbuat di muka bumi ini. Dengan mendapat ridho dari Allah, maka hati kita akan merasa damai dan tentram dalam menjalani hidup ini.

Membaca Surat Al-Kahfi hidup menjadi berkah [image source]
Membaca Surat Al-Kahfi hidup menjadi berkah [image source]

Nah, salah satu manfaat membaca membaca surat Al Kahfi dengan rutin di hari Jum’at atau malam Jum’at adalah agar Allah selalu melindungi hidup kita dengan cahaya keberkahan dan petunjuk dalam kehidupan ini. Sehingga walaupun ujian dan cobaan datang, kita tetap sabar dan kuat menghadapinya. Dalam sebuah hadits diriwayatkan, “Siapa yang membaca surat Al-Kahfi, maka jadilah baginya cahaya dari kepala hingga kakinya, dan siapa yang membaca keseluruhannya maka jadilah baginya cahaya antara langit dan bumi.” (HR Ahmad).

3. Kita Akan Mendapatkan Ampunan dari Allah SWT

Setiap manusia pasti tak luput dari dosa dan khilaf. Begitulah lihainya setan dalam menjebak manusia untuk berdosa kepada Allah agar mereka kelak mendapat teman-teman di neraka Jahanam. Na’udzubillah. Untuk itulah, manusia harus senantiasa bertaubat agar Allah mengampuni dosa-dosa kita dan tidak memasukkannya ke neraka Jahanam, seburuk-buruk tempat kembali di akhirat kelak.

Mendapat ampunan dari Allah [image source]
Mendapat ampunan dari Allah [image source]

Salah satu waktu yang paling baik saat memohon ampunan kepada Allah adalah di hari Jum’at, dengan taubatan nasuha yang tulus, serta membaca surat Al Kahfi. Dalam sebuah riwayat Dari Abu Sa’id al-Khudri ra., dari Ibnu Umar ra., “Rasulullah SAW bersabda, ‘Siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara dua Jum’at.’”.

4. Dapat Menghindarkan Kita dari Gangguan Setan

Setan dan segala keburukan yang dibawa olehnya adalah sebuah ancaman hidup yang harus kita waspadai. Karena jika kita telah jatuh dalam bujuk rayu setan dan termakan oleh semua godaannya, maka kita akan menjadi pengikut setan dan tergelincir dalam keburukan. Kita harus senantiasa mendekatkan diri kepada Allah dan meminta perlindungan dari setan dan segala keburukan kepadaNya.

Terlindung dari godaan jin dan setan serta keburukan [image source]
Terlindung dari godaan jin dan setan serta keburukan [image source]

Salah satu cara melindungi diri dari godaan setan dan segala keburukannya, menurut anjuran Rasulullah SAW adalah dengan membaca surat Al Kahfi pada malam Jum’at atau di hari Jum’at. Diriwayatkan dari Ibnu Mardawaih dari Abdullah bin Mughaffal, bahwa sebuah rumah yang dibacakan surat Al-Khafi dan surat Al-Baqarah tidak akan dimasuki setan sepanjang malam itu.

Nah, itulah tadi beberapa manfaat dan keutamaan membaca surat Al-Kahfi dalam kehidupan kita. Semoga kita semua adalah golongan umat Islam yang berbondong-bondong untuk bersegera menyambut kebaikan dari Allah, sebagai bekal kehidupan kita di akhirat kelak.

Sumber :

komentar :

Selengkapnya

[Biarkan Sejarah Bicara] Suatu Masa, Ketika Islam Menjadi Adidaya



11312636_1028105120535436_8310514478771257789_o

[BIARKAN SEJARAH BICARA]
Suatu Masa, Ketika Islam Menjadi Adidaya 

Penyerahan kunci Istana Al-Hamra oleh Sultan Muhammad As-Shaghir kepada Raja Ferdinand dan Isabella pada 2 Januari 1492 M menandai berakhirnya kekuasaan Islam di Spanyol. Itu artinya, secara politik Islam sama sekali tidak memiliki hak terhadap Spanyol.

Namun berakhirnya kekuasaan islam di Spanyol tidak serta merta mengakhiri kisah kaum muslimin di negeri itu, penyerahan kekuasaan justru merupakan awal dari sejarah kelam kaum muslimin disana.

Piagam Granada yang menjanjikan kebebasan beragama bagi kaum muslimin rupanya tidak berumur panjang. Pada tahun 1502 umat islam diberi dua opsi, mameluk Kristen atau pergi meninggalkan bumi Spanyol. Artinya, menetap di Spanyol dengan tetap memeluk agama islam sama artinya dengan bunuh diri.

Banyak kaum muslimin yang memilih meninggalkan Spanyol, namun tidak sedikit yang memilih pindah agama secara dzohir, namun tetap beribadah secara islami dengan sembunyi-sembunyi. Mereka inilah yang kemudian dikenal sebagai kaum Moriscos.

Seiring dengan berjalannya waktu, keberadaan kaum Moriscos dianggap sebagai sebuah ancaman. Sehingga antara tahun 1508-1567 keluar sejumlah peraturan yang melarang segala hal yang bernuasa islam, baik pakaian maupun nama. Penggunaan bahasa arab juga dirarang. Anak-anak kaum muslimin dipaksa untuk menerima pendidikan dari para pendeta Kristen. Puncaknya pada tahun 1609-1614 sebanyak 300.000 Moriscos diusir dari Spanyol oleh Raja Philip III. Benar-benar sebuah kenyataan sejarah yang pahit dan menyedihkan.

Dari Spanyol mari kita pindah ke belahan bumi yang lain, tepatnya ke Turky tempat dimana kekhalifaan Ottoman berpusat. Setelah mendengar penyiksaan yang dilakukan penguasa Spanyol terhadap kaum muslimin, Sultan Salim I marah besar, dia mengeluarkan dekrit yang berisi perintah kepada seluruh penganut Yahudi dan Nasrani yang berada dibawah kekuasaannya untuk memilih satu dari dua opsi, tinggal menetap dengan catatan memeluk agama Islam atau pergi meninggalkan Tanah kekhalifaan.

Mendengar dekrit tersebut, Syaikh Ali Afandi At-Tirnabily selaku Mufti Ottoman saat itu menyampaikan penolakannya terhadap dekrit Sultan. Mufti menjelaskan bahwa dekrit tersebut tidak boleh dilaksanan sekalipun kaum muslimin disembelih di negeri-negeri Salib. Mufti juga menjelaskan bahwa selamanya tidak ada paksaan dalam beragama.

Akhirnya Sultan Salim menarik keputusannya dan membiarkan penganut Yahudi dan Nashrani tinggal dengan aman dan damai dibawah pemerintahannya.

Iya, mereka semua tinggal dengan aman dan damai disaat pemerintah Spanyol menyembelih ratusan ribu kaum muslimin di negaranya.

Allahu Akbar.. Betapa agungnya Islam..

Batapa agungnya peradaban Islam…

Sikap Sultan Salim yang tunduk pada rambu-rambu keislaman sudah cukup sebagai jawaban bahwa islam bukan teroris, namun sebagai rahmatan lil alamin. Bimana bila Islam berkuasa, dia akan menjadi pengayom bagi semua.

Andai Islam intoleran seperti yang mereka tuduhkan, tentu tidak akan satu Yahudi atau satu Kristenpun yang tersisa di tanah Andalus, Turky, Mesir, Lebanon, Jordan dan sejumlah negara lainnya saat islam berkuasa disana.

Inilah sejarah kami… Jadi tak usah mengajari kami soal toleransi.


Madinah 02-08-1436 H
El Gharantaly

Sumber bacaan:
1. Tarikh Al-Muslimiin Fi Al-Andalus. DR. Muhammad Suhail Thaqus. Penerbit: Daar A-Nafais
2. Udzama’ Al Mi’ah. Jihad At-Turbany. Penerbit: Daar At-Taqwa


Sumber :

komentar :

Selengkapnya

Ulama Terkenal Saudi Syeikh Aidh al Qarni Ditembak di Filipina Usai Ceramah





MANILA - Ulama terkenal Saudi Sheikh Aidh Bin Abdullah Al-Qarni menderita luka-luka setelah ditembak oleh pria bersenjata di kota Zamboanga, Filipina, Selasa (1/3/2016).

Dilansir dari AFP, Sheikh Aidh al-Qarni langsung dilarikan ke rumah sakit setelah penembakan di Kota Zamboanga. Beruntung sang ulama tidak mengalami cedera yang mengakibatkan nyawanya terancam.

"Dia tidak mendapatkan cedera yang bisa mengancam kehidupannya," kata Juru Bicara Kepolisian Inspektur Helen Galvez.

"Dia terlepas dari bahaya," lanjutnya.

Saat ini kondisinya stabil, Saudi Press Agency melaporkan mengutip kedutaan Saudi di Filipina.

Penyerang melakukan penembakan ke arahnya saat dia menaiki mobil bersama dengan beberapa orang lain setelah memberikan ceramah di kota Zamboanga, 859 km dari Manila, ibukota Filipina. Penyerang dilaporkan tewas dalam baku tembak dengan pasukan keamanan.

"Penyerang itu mendekati mobil dan menembaki Al-Qarni beberapa tembakan terjadi. Al-Qarni, yang menderita luka-luka di lengannya, dilarikan ke sebuah rumah sakit di kota dan tidak ada orang lain yang terluka dalam serangan itu," kata kedutaan itu dalam sebuah pernyataan.

Sheikh Al-Qarni tiba di Filipina memenuhi undangan ceramah dari masyarakat di Zamboanga kota besar di Daerah Otonomi Muslim Mindanao. "Kedutaan telah mengirimkan pesawat khusus ke Zamboanga untuk mengambil Sheikh Al-Qarni dan mereka menemaninya di mobil ke Manila untuk memberinya pengobatan yang lebih baik. Kedutaan bersama dengan pihak yang berwenang sedang menyelidiki serangan itu," kata pernyataan kedutaan.

Duta Besar Saudi untuk Filipina Abdullah Bin Ibrahim Al Hassan telah menghubungi Sheikh Al-Qarni dan meyakinkan kesehatannya.

Foto-foto ceramah Sheikh Al-Qarni di Zamboanga, Filipina, diambil dari twitter @Dr_alqarnee:




Sumber :

komentar :

Selengkapnya

Tuesday, 1 March 2016

Inilah Tempat Turunnya Nabi Isa dan 7 Ciri Kedatangannya

p8832061



Nabi Isa Alaihissalam -- yang oleh orang Nasrani disebut Yesus -- menjadi bahan kontroversi antara Islam, Nasrani, dan Yahudi. Orang Yahudi mempercayai bahwa mereka telah membunuh Isa, dan orang-orang Nasrani meyakini bahwa Isa telah disalib dan dikubur.

Namun, kaum Muslimin meyakini dengan jelas dan tegas bahwa Nabi Isa tidak disalib atau dibunuh, melainkan 'diangkat' oleh Allah SWT. Nabi Isa akan kembali ke dunia, di suatu masa, di akhir zaman.

Nabi Isa Alaihissalam adalah salah seorang dari lima nabi dan rasul yang diberi gelar 'Ulul Azmi, yakni memiliki sejumlah keistimewaan. Kelima nabi dan rasul yang mendapat gelar itu adalah Nabi Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, dan Muhammad SAW.

''Ada 33 hadis shahih yang menegaskan bahwa Nabi Isa akan kembali turun ke bumi. Bahkan, ada yang mengatakan sampai 90 hadis,'' tutur Dr Muslih A Karim, dosen Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, pada sebuah kesempatan.

Dia lalu menyebutkan, ada tujuh ciri kedatangan kembali Nabi Isa:

Pertama, Nabi Isa akan turun di Menara Putih, yakni Masjid Bani Umayyah di Damaskus Timur.
Kedua, Isa akan membunuh Dajjal (gembong penjahat yang mengaku sebagai penyelamat) di Dataran Tinggi Golan (Syria).
Ketiga, Isa akan bertemu Ya'juz dan Ma'juz, dan semua tokoh jahat dan pengikutnya itu akan tewas.
Keempat, Isa akan mendakwahkan agama Tauhid seperti yang dibawa oleh Nabi Muhammad maupun nabi-nabi lain sebelumnya.
Kelima, Isa akan melakukan haji dan umrah.
Keenam, Isa datang, dunia penuh keberkahan. Misalnya, sebutir buah delima bisa membuat 40 orang kenyang.
Ketujuh, setelah Isa datang, selama tujuh tahun kondisi dunia sangat aman.

''Intinya, Nabi Isa sekarang ini belum meninggal. Dia akan turun lagi di akhir zaman untuk menegakkan Islam,'' ungkap Muslih.

Tempat Turunnya Nabi Isa AS

Sejak dilahirkan, Isa sudah memiliki keistimewaan (mukjizat), yakni bisa berbicara sejak dalam buaian (QS Ali Imran [3]:46, Almaidah [5]:110, Maryam [19]:29-33), menghidupkan orang mati dengan izin Allah, menciptakan burung dari tanah, menyembuhkan orang buta, sakit sopak (kusta) (lihat QS Ali Imran [3]:49), dan menyuguhkan hidangan dari langit (Almaidah [4]:114). Selain itu, Allah SWT juga memberikan padanya sebuah kitab suci, yakni Injil (QS Almaidah [5]:46).

Saat muncul rencana jahat dari kaum Bani Israil (Yahudi) yang bermaksud membunuhnya, Allah SWT kemudian menyelamatkannya dengan mengangkatnya ke langit. Orang yang dibunuh oleh Yahudi itu adalah orang yang diserupakan dengan Isa. Yang dibunuh tersebut adalah pengikut Isa yang telah berkhianat, yakni Yudas Iskariot.

''Dan, karena ucapan mereka, 'Sesungguhnya, kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, rasul Allah,' padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya, orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka. Mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.'' (Annisaa' [5]: 157).

Isa diselamatkan oleh Allah dengan jalan diangkat ke langit dan ditempatkan di suatu tempat yang hanya Allah SWT yang tahu tentang hal ini. Alquran menjelaskan peristiwa penyelamatan ini.

''Tetapi, (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan, adalah Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. (Annisaa' [5]:158).



Sumber :

komentar :

Selengkapnya

Dajjal Akan Keluar Dari Tempat Terbelenggunya, Gimana Caranya?



 dajjal4

KITA tahu bahwa di akhir zaman kelak, kita akan bertemu dengan tamu baru. Dia akan menunjukkan jalan kepada kita menuju surga. Tapi, ternyata jalan yang ditempuh itu adalah jalan menuju neraka. Naudzubillah. Orang inilah yang kita kenal sebagai Dajjal.

Orang bermata satu ini menjadi ancaman terbesar di akhir zaman. Ia akan terus berusaha menggoyahkan keimanan seorang Muslim, hingga orang tersebut murtad dari kebenaran. Banyak orang akan mudah tertipu dengan tipu dayanya. Jika kita tak memiliki kekuatan iman yang kuat, maka tak dapat dipungkiri kia pun akan termakan oleh hasutannya.

Berbicara tentang Dajjal, mungkin kita akan merasa bingung darimana ia datang. Mengapa ia bisa sampai ke negeri ini dan merusak tatanan masyarakat Muslim?

tanda-dajjal

Dalam hadis Tamim Ad-Dari’ RA yang menuturkan kisah Dajjal dan Al-Jassasah sudah diungkapkan bahwa Dajjal masih dikurung di sebuah pulau di tengah lautan lepas hingga kini. Dajjal sudah hidup pada masa Rasulullah SAW. Ia memiliki postur tubuh yang tinggi besar.

Tamim Ad-Dari’ beserta ketigapuluh orang rekannya telah melihat Dajjal dalam keadaan terbelenggu oleh rantai, dan terjadilah dialog di antara mereka. Dajjal menyampaikan kepada mereka identitas dirinya dan ia akan keluar ketika kemarahannya meledak. Sehingga, rantai yang membelenggunya putus dan ia pun keluar dari kurungannya.


Sumber :

komentar :

Selengkapnya

Singgasana Allah Terguncang karena LGBT Merajalela




image1

Merajalelanya kaum Lesbian Gay dan Transgender (LGBT), khususnya di Indonesia belakangan ini, dikatakan sanggup mengguncang singgasana Allah swt, yaitu Arsy. Hal ini sudah ditegaskan dalam sebuah hadist Rasulullah saw.

"Jika seorang lelaki 'menaiki' sesama lelaki, maka Arsy guncang lantaran takut murka Allah. Hampir saja langit runtuh gara-gara perbuatan itu. Para malaikat pun berpegang pada ujung langit sambil membaca 'qul huwa Allah ahad' (surat Ikhlas), sehingga murka Allah reda kembali." [Al-Kabir, Hal 57].

Berdasarkan kedua sumber utama ajaran Islam yakni Alquran dan hadist, sudah banyak dijelaskan tentang keharaman praktek lesbian dan homoseksual. Bahkan, sampai-sampai perilaku menyimpang ini dikatakan sanggup mengguncang singgasana Allah sebagaimana disebut di atas.

Arsy merupakan makhluk Allah yang tidak terdefinisikan. Allah bersemayam di atas Arsy untuk mengatur segala urusan. Sebagaimana Firman Allah, "...kemudian Dia bersemayam di atas Arsy untuk mengatur segala urusan." (Surah Yunus ayat 3).

Jika singgasana Allah tersebut terguncang, maka umat manusia barangkali akan terkena adzab seperti yang diterima kaum homo dan lesbi pada zaman Nabi Luth as. Umat Islam harus melakukan pencegahan terhadap pelaku penyimpangan seksual ini. Karena jika tidak, mereka dapat membuat orang berbuat maksiat (’anah ‘ala al-ma’siat) dan bahkan bisa turut berpartisipasi di dalamnya.

Imam Abu Said As-Shaluki mengatakan dalam kitab Al-Kabair, umat Nabi Muhammad saw akan tertimpa bencana homoseksualitas. Mereka terdiri dari tiga tingkatan. Pertama, mereka hanya mendiamkan; kedua, mereka ikut merestui; dan ketiga, mereka melakukan secara langsung. [Al-Kabair, 57-58]. Wallahu a’lam.


Sumber :

komentar :

Selengkapnya

Monday, 29 February 2016

Hukum Beri Sedekah pada Pengemis yang Pura-Pura Miskin, Bolehkah?

video-membongkar-akal-akalan-pengemis-palsu-d2f3

Bolehkah kita beri sedekah pada pengemis yang pura-pura miskin?


Hukumi Seseorang Sesuai Lahiriyah

Ingatlah kita hanya punya tugas menghukumi seseorang sesuai lahiriyah yang kita lihat, karena tak bisa menerawang isi hatinya. Pelajaran ini bisa kita ambil dari kisah Usamah bin Zaid berikut ini.

Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus kami ke daerah Huraqah dari suku Juhainah, kemudian kami serang mereka secara tiba-tiba pada pagi hari di tempat air mereka. Saya dan seseorang dari kaum Anshar bertemu dengan seorang lelakui dari golongan mereka. Setelah kami dekat dengannya, ia lalu mengucapkan laa ilaha illallah. Orang dari sahabat Anshar menahan diri dari membunuhnya, sedangkan aku menusuknya dengan tombakku hingga membuatnya terbunuh.

Sesampainya di Madinah, peristiwa itu didengar oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian beliau bertanya padaku,
« يَا أُسَامَةُ أَقَتَلْتَهُ بَعْدَ مَا قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ » قُلْتُ كَانَ مُتَعَوِّذًا . فَمَا زَالَ يُكَرِّرُهَا حَتَّى تَمَنَّيْتُ أَنِّى لَمْ أَكُنْ أَسْلَمْتُ قَبْلَ ذَلِكَ الْيَوْمِ
“Hai Usamah, apakah kamu membunuhnya setelah ia mengucapkan laa ilaha illallah?” Saya berkata, “Wahai Rasulullah, sebenarnya orang itu hanya ingin mencari perlindungan diri saja, sedangkan hatinya tidak meyakini hal itu.” Beliau bersabda lagi, “Apakah engkau membunuhnya setelah ia mengucapkan laa ilaha illallah?” Ucapan itu terus menerus diulang oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga saya mengharapkan bahwa saya belum masuk Islam sebelum hari itu.” (HR. Bukhari no. 4269 dan Muslim no. 96)

Dalam riwayat Muslim disebutkan, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَقَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَقَتَلْتَهُ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّمَا قَالَهَا خَوْفًا مِنَ السِّلاَحِ. قَالَ أَفَلاَ شَقَقْتَ عَنْ قَلْبِهِ حَتَّى تَعْلَمَ أَقَالَهَا أَمْ لاَ فَمَازَالَ يُكَرِّرُهَا عَلَىَّ حَتَّى تَمَنَّيْتُ أَنِّى أَسْلَمْتُ يَوْمَئِذٍ
“Bukankah ia telah mengucapkan laa ilaha illallah, mengapa engkau membunuhnya?” Saya menjawab, “Wahai Rasulullah, ia mengucapkan itu semata-mata karena takut dari senjata.” Beliau bersabda, “Mengapa engkau tidak belah saja hatinya hingga engkau dapat mengetahui, apakah ia mengucapkannya karena takut saja atau tidak?” Beliau mengulang-ngulang ucapan tersebut hingga aku berharap seandainya aku masuk Islam hari itu saja.”

Ketika menyebutkan hadits di atas, Imam Nawawi menjelaskan bahwa maksud dari kalimat “Mengapa engkau tidak belah saja hatinya hingga engkau dapat mengetahui, apakah ia mengucapkannya karena takut saja atau tidak?” adalah kita hanya dibebani dengan menyikapi seseorang dari lahiriyahnya dan sesuatu yang keluar dari lisannya. Sedangkan hati, itu bukan urusan kita. Kita tidak punya kemampuan menilai isi hati. Cukup nilailah seseorang dari lisannya saja (lahiriyah saja). Jangan tuntut lainnya. Lihat Syarh Shahih Muslim, 2: 90-91.

Pengemis-Terkaya-diindonesia

Setiap Orang Akan Diganjar Sesuai yang Ia Niatkan

Coba ambil pelajaran dari hadits berikut.

Dari Abu Yazid Ma’an bin Yazid bin Al-Akhnas radhiyallahu ‘anhum, -ia, ayah dan kakeknya termasuk sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam-, di mana Ma’an berkata bahwa ayahnya yaitu Yazid pernah mengeluarkan beberapa dinar untuk niatan sedekah. Ayahnya meletakkan uang tersebut di sisi seseorang yang ada di masjid (maksudnya: ayahnya mewakilkan sedekah tadi para orang yang ada di masjid, -pen). Lantas Ma’an pun mengambil uang tadi, lalu ia menemui ayahnya dengan membawa uang dinar tersebut. Kemudian ayah Ma’an (Yazid) berkata, “Sedekah itu sebenarnya bukan kutujukan padamu.” Ma’an pun mengadukan masalah tersebut kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَكَ مَا نَوَيْتَ يَا يَزِيدُ ، وَلَكَ مَا أَخَذْتَ يَا مَعْنُ
“Engkau dapati apa yang engkau niatkan wahai Yazid. Sedangkan, wahai Ma’an, engkau boleh mengambil apa yang engkau dapati.” (HR. Bukhari no. 1422)

Dari hadits ini, Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata, “Orang yang bersedekah akan dicatat pahala sesuai yang ia niatkan baik yang ia beri sedekah secara lahiriyah pantas menerimanya ataukah tidak.” (Fath Al-Bari, 3: 292)

Hal di atas sesuai pula dengan hadits Umar, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَإِنَّمَا لاِمْرِئٍ مَا نَوَى
“Dan setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907)
Misal, ada pengemis yang mengetok pintu rumah kita, apakah kita memberinya sedekah ataukah tidak? Padahal nampak secara lahiriyah, dia miskin. Jawabannya, tetap diberi. Kalau pun kita keliru karena di balik itu, bisa jadi ia adalah orang yang kaya raya, tetap Allah catat niat kita untuk bersedekah. Sedangkan ia mendapatkan dosa karena memanfaatkan harta yang sebenarnya tak pantas ia terima.

Begitu pula kalau ada yang menawarkan proposal pembangunan masjid. Secara lahiriyah atau zhahir yang nampak, kita tahu yang sodorkan proposal memang benar-benar butuh. Lalu kita berikan bantuan. Bagaimana kalau dana yang diserahkan disalahgunakan? Apakah kita tetap dapat pahala? Jawabannya, kita mendapatkan pahala sesuai niatan baik kita. Sedangkan yang menyalahgunakan, dialah yang mendapatkan dosa.

Subhanallah … Mulia sekali syariat Islam ini.

Jangan Manjakan Pengemis dan Pengamen Jalanan

Kami hanya nasehatkan jangan manjakan pengemis apalagi pengemis yang malas bekerja seperti yang berada di pinggiran jalan. Apalagi dengan mengamen, melantunkan nyanyian musik yang haram untuk didengar. Kebanyakan mereka malah tidak jelas agamanya, shalat juga tidak. Begitu pula sedikit yang mau perhatian pada puasa Ramadhan yang wajib. Carilah orang yang shalih yang lebih berhak untuk diberi, yaitu orang yang miskin yang sudah berusaha bekerja namun tidak mendapatkan penghasilan yang mencukupi kebutuhan keluarganya.

Dari Abu Hurairah, ia berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَيْسَ الْمِسْكِينُ الَّذِى تَرُدُّهُ الأُكْلَةُ وَالأُكْلَتَانِ ، وَلَكِنِ الْمِسْكِينُ الَّذِى لَيْسَ لَهُ غِنًى وَيَسْتَحْيِى أَوْ لاَ يَسْأَلُ النَّاسَ إِلْحَافًا
“Namanya miskin bukanlah orang yang tidak menolak satu atau dua suap makanan. Akan tetapi miskin adalah orang yang tidak punya kecukupan, lantas ia pun malu atau tidak meminta dengan cara mendesak.” (HR. Bukhari no. 1476)

Wallahu waliyyut taufiq. Hanya Allah yang memberi taufik.


Sumber :

komentar :

Selengkapnya

Ternyata Ini Rahasia Kekuatan Hafalan Dr Zakir Naik Yang Fenomenal

Bagi yang sering menonton video ceramah Dr Zakir Naik akan melihat bagaimana dia menjawab pertanyaan peserta dengan sangat mengagumkan yang menunjukkan kekuatan daya hafalnya terhadap dalil Al-Qur’an maupun kitab agama lain.

Dalam sebuah video YouTube, di depan ribuan orang, seorang perempuan bernama Wandena mengajukan pertanyaan kepada Dr Zakir Naik, “bagaimana cara Dr Zakir Naik menghafal sehingga hafalannya terhadap dalil (Al Quran maupun kitab agama lain) sangat fenomenal?”

Dr Zakir Naik menjawab,” Saudari ini bertanya bahwa hafalanku sangat fenomenal dan ini adalah pemberian Allah Subhanahu wa Ta’ala. Apakah ada ayat Al Qur’an yang membicarakan tentang hafalan?

Selama ini orang-orang bertanya padaku, apakah rahasianya? Apakah engkau memiliki chip komputer? Apa rahasianya? Rahasianya ada di dalam Al Quran (Dr Zakir Naik sambil mengangkat mushaf).

Dalam pelatihan program dakwah yang saya ajarkan pada murid-muridku, saya sebutkan ada tiga hal yang harus diperhatikan.

Yang pertama, disebutkan dalam Quran surat Ali Imran ayat 160 bahwasanya “Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada orang yang bisa mengalahkanmu. Jika Allah membiarkanmu, maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu selain dari Allah. Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal”.

Jadi yang pertama, bertawakal kepada Allah.
Yang kedua, disebutkan dalam Surat Al Ankabut ayat 69. “Jika kamu berjihad untuk (mencari keridhaan) Allah, Allah akan benar-benar menunjukkan kepadamu jalanNya.”

Jadi yang kedua adalah kerja keras.

Dan yang ketiga, Allah berfirman dalam surat Al Anbiya ayat 7 dan surat An Nahl ayat 43. “Maka bertanyalah kepada ahli ilmu jika kamu tidak mengetahui.”

Yang ketiga bersifat teknis.

Teknik yang kami coba dalam pelatihan program dakwah kami, orang-orang bertanya padaku, Zakir, apa tekniknya? saya katakan ada tiga teknik terpenting dan yang pertama adalah beriman kepada Allah.

Nomor satu adalah beriman kepada Allah. Dan semua teknik ilmu Anda yang ada di dunia, kamu tahu berapa banyak muridku yang bergelar MBA.

Pada awalnya mereka adalah murid yang baik kemudian akhirnya mereka kembali lagi ke bawah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala penolong terbaik melebihi dari bentuk apapun atau teknik segitiga dan apapun bentuknya.

Bagaimana cara mendapat pertolongan Allah? yaitu jika kamu berjuang di jalan-Nya. Kamu berjuang di jalan-Nya niscaya kamu mendapat kesuksesan.

Dalam pelatihan kami, saya mengajarkan kepada murid-murid menghafal surat dan ayat ini, bagaimana berceramah dan mengelola tanya jawab. Dan sebelum saya memulai ceramah, saya selalu membaca doa sebagaimana dalam Surat Thaha ayat 25-28. Yang artinya, “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.”

Demikian beberapa rahasia hafalan Dr Zakir Naik yang fenomenal. Semoga menjadi motivasi bagi kita untuk semakin semangat menuntut ilmu, memahami dalil-dalil untuk diamalkan sehari-sehari dan untuk didakwahkan kepada manusia.


Sumber :

komentar :

Selengkapnya

INFormasi... Gak Basii...

infosihh.blogspot.com

Mobile | Lintas.me
sansanichsan71@gmail.com
Back to Top
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...