Written by Khalid Abdullah
Mengapa Yahudi Pintar dan Mampu Menguasai Dunia?
Yahudi
sebuah kelompok minoritas dunia. Jika kita berbicara tentang yahudi
tentu yang terlintas adalah tentang suatu ras atau agama. Ya, yahudi
merupakan sebuah ras tertua. Di kitab-kitab suci banyak yang
menceritakan tentang bangsa Yahudi. Tentu kita disini tidak membicarakan
tentang sejarah asal usul Yahudi. Namun yang akan kita kupas tuntas
adalah tentang bagaimana sebuah kaum minoritas bahkan pernah menjadi
korban pembantaian saat ini bisa menguasai dunia.
Baiklah kita ungkap beberapa fakta tentang orang Yahudi berikut ini:
Orang Yahudi kayaBeberapa
filsuf mempertimbangkan uang menjadi hal penting utama untuk Yahudi.
Jika Anda melihat-lihat biografi orang-orang Yahudi yang sukses, Anda
akan melihat bahwa mereka dilatih untuk menjadi orang kaya sejak kecil.
Sangat penting untuk menyebutkan bahwa jika seorang anak memiliki $ 1,
ayahnya melatih dia untuk melipatgandakan uang itu.
Tidak ada
keraguan bahwa Amerika Serikat adalah salah satu negara terkaya di
dunia, Ensiklopedia Yahudi online mengatakan beberapa 5,6 juta orang
Yahudi tinggal di% Serikat-sekitar 1,8 dari populasi penduduk Amerika,
membuat Yahudi Amerika salah satu kelompok etnis terkaya di dunia.
Penelitian telah menunjukkan bahwa orang Yahudi adalah kelompok agama
terkaya di Amerika Serikat. Sekitar 70% Yahudi Amerika menikmati “sebuah
standar hidup yang tinggi” dan Empat puluh enam orang Yahudi
mendapatkan lebih dari $ 100.000 setahun, dibandingkan dengan 19% di
antara semua orang Amerika. Menurut peringkat Forbes , Lebih dari 100
dari 400 miliarder adalah Amerika Yahudi.
Sistem utang piutang
orang Yahudi pun sangat “bagus” (menurut mereka) Kepada sesama Yahudi
mereka mematok bunga yang rendah sedangkan non Yahudi mereka
menggandakan bunga utang. Jelas ada kekompakan di antara mereka.
Bangsa Yahudi bangsa yang Cerdas.
Mari kita lihat beberapa fakta di bawah ini.
Inovasi Medis yang Paling Penting:
Penemu medis injeksi, Benjamin Rubin: Yahudi.
Penemu vaksin polio, Jonas Salk: Yahudi.
Penemu obat kanker darah (leukemia), Gertrude Ilion: seorang Yahudi.
Penemu pengobatan hepatitis C, Barukh Bloomberg: Yahudi.
Penemu obat sifilis, Paul Ehrlich: Yahudi.
Penelitian pengembangan sistem kekebalan tubuh, Eli Machenkov: Yahudi.
Penelitian Endokrinologi yang paling penting, Andrew Schally: Yahudi.
Penelitian Cognitive Therapy yang paling penting Aaron Beck : Yahudi.
Penemu Pil Gregory Pecos: Yahudi.
Studi pengobatan kanker yang paling penting, Stanley Cohen, seorang Yahudi.
Penemu dialisis dan peneliti paling penting dalam organ buatan, Willem Kulovkim: Yahudi.
Penemuan yahudi yang mampu Mengubah Dunia:
Pusat pengembangan prosesor , Stanley Mysore: Yahudi.
Penemu reaktor nuklir, Selandia Liu: Yahudi.
Penemu serat optik, Peter Schultz: Yahudi.
Penemu lampu lalu lintas, Charles Adler: Yahudi.
Penemu stainless steel, Pino Ringkas: Yahudi.
Penemu film audio, Isador Casey: Yahudi.
Penemu mikrofon, Jeramavun Emile Berliner: Yahudi.
Penemu Perekam Video, Charles Ginsburg : Yahudi.
Pembuat Nama dan Merek:
Polo – Ralph Lauren: seorang Yahudi.
Jeans Levi – Strauss Levi: Yahudi.
Starbucks – Howard Schultz adalah Yahudi.
Google – Sergey Brin: Yahudi.
Dell – Michael Dell adalah Yahudi.
Oracle – Larry Ellison: seorang Yahudi.
DKNY-Donna Karan: Yahudi.
Baskin dan Robbins – Irv Robbins: Yahudi.
Dunkin Donuts – William Rosenberg: Yahudi.
Politisi dan Pengambil Keputusan:
Sekretaris Negara Amerika Serikat, Henry Kissinger: Yahudi.
Presiden Yale University Richard Levin: Yahudi.
Kepala Federal Reserve AS, Alan Greenspan : Yahudi.
U. S. State Secretary, Madeleine Albright : Yahudi.
Politisi AS, Joseph Lieberman : Yahudi.
Sekretaris Negara AS, Casper Enbed : Yahudi.
Menteri Luar Negeri Uni Soviet, Maxim Litvinov : Yahudi.
Perdana Menteri Selandia Baru, John Key: Yahudi.
Perdana Menteri Singapura, David Marshall : Yahudi.
Gubernur Australia, Ishak Isaac : Yahudi.
Perdana Menteri Inggris, Benjamin Disraeli : Yahudi.
Perdana Menteri Rusia, Yevegni Primakov : Yahudi.
Politisi Amerika, Barry Goldwater : Yahudi.
Presiden Portugal, Jorge Sampaio : seorang Yahudi.
Wakil Perdana Menteri Kanada, Herb Jerry : Yahudi.
Perdana Menteri Perancis, Pierre Mendes : Yahudi.
Menteri Negara Inggris, Michael Howard : Yahudi.
Konsultan Austria, Bruno Kryska : Yahudi.
Menteri Keuangan, Robert Rubin : seorang Yahudi.
Tuan spekulasi dan ekonomi, George Soros : Yahudi.
Media Berpengaruh Milik Yahudi:
CNN – Wolf Blitzer: Yahudi.
ABC News – Barbara Walters: Yahudi.
The Washington Post – Eugene Meyer: Yahudi.
Majalah Time – Henry Grunwald: Yahudi.
The Washington Post – Katherine Graham Yahudi.
New York Times – Joseph Elevid: Yahudi.
New York Times – Max Frankel: Yahudi.
Mengapa Yahudi bisa pintar dan cerdas, berikut alasan-alasannya:
Kalau anda membenci negara Vatikan, lalu anda mengumumkannya ke
banyak orang, secara tidak langsung anda mengajak bermusuhan seluruh
pemeluk agama Katolik. Karena disitulah pusatnya agama Katolik.
Begitu
pula kalau anda membenci negara Tibet, anda mengajak ribut pemeluk
agama Budha. Karena dinegara itu hampir seluruh warga negaranya memeluk
agama Budha.
Tapi kalau anda membenci dan mencaci maki negara
Israel alias bangsa Yahudi, dijamin anda sependapat bahkan didukung oleh
masyarakat dunia lainnya.
Karena bangsa Yahudi memang pembuat onar dan demen amat dengan perbuatan menindas dan menganiaya.
Herannya “ bangsa cuman secuil gitu doank kok gak ada yang bisa ngelarang dan ngeberantasinnya ya ??? “
Mana PBB dan seluruh organisasi kemanusiaan dunia ?
Jawabannya Cuma satu kalimat saja :
Karena bangsa
Yahudi adalah salah satu bangsa yang menguasai dunia karena kecerdasan
dan kelicikannya baik dari segi sains, bisnis, maupun teknologi.
Mana ada yang berani coba ???
Saya tidak membahas dari segi
liciknya bagaimana, tapi saya akan membahas dari segi Kenapa
Orang-Orang Yahudi itu pintar sehingga bisa menguasai dunia ??!!!
Dan yang PALING PENTING-nya : Bagaimana kita bisa menirunya ???!!! (seluruh bangsa Indonesia wajib baca artikel ini nich )
Sebelum anda baca artikel ini lebih lanjut….saya kasih tau nih ya artikel ini panjaaaaang dan butuh konsentrasi khusus.
Jadi
kalau lagi chatting sambil ngakak-ngakak, lagi facebukan untuk
ngomentarin status-status teman, lagi download lagu dan film, atau lagi
ngeliat-ngeliat gambar…. Plise………. STOP dulu !!!
Baca artikel ini sampai selesai. Baru anda boleh melanjutkan kegiatan anda tadi. Oke ??
Oia sebelum benar-benar dimulai,artikel ini rampung setelah megumpulkan 4 sumber materi yang saya dapatkan :
1. Artikel Dr Stephen Carr Leon tentang Thesis Phd-nya yang dibuatnya menurut pengamatannya selama 8 tahun di Israel.
2. Seminar Quantum Life Transformation yang saya ikuti dengan pembicara Adi W Gunawan.
( #1 The Re-Educator & Mind Navigator ).
3. Buku di Gramedia yang menguak tentang kebusukan bangsa Yahudi.
4. Buku Born To Be Genius.
5. Pembicara Ibu Roesmiati Soepandji di seminar QLT juga ( Ibu dari Jaksa Agung yang sekarang ; Hendarman Soepandji )
Okeh kita mulai !
Dr Stephen Carr Leon menghabiskan masa 3 tahun di Israel untuk menjalani housemanship di beberapa rumah sakit disana.
Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, “ Mengapa Yahudi Pintar? ”
Ketika
tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari
untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi
begitu pintar?
Kenapa Tuhan memberi kelebihan kepada mereka?
Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri? ( pertanyaan yang
sama dalam benak saya, kenapa setiap orang sukses tak lepas dari bangsa
Yahudi lagi bangsa Yahudi lagi ! )
Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya.
Dengan tekadnya yang bulat maka dimulailah pengamatannya itu.
Masa Kehamilan sang ibu.Begitu
wanita Israel yang mengetahui bahwa dirinya tengah mengandung anak,
maka langsung sang ibu tersebut sering bernyanyi dan bermain piano dan
juga membeli buku matematika.
Bermain piano dan bernyanyi
bertujuan untuk mempengaruhi suasana hati bawaan si bayi tersebut ketika
lahir. Dengan bernyanyi dan bermain piano,maka sang ibu akan merasakan
ketenangan.
Diharapkan sang bayi akan memiliki karakter bawaan yang tenang dan berfikir matang ketika menghadapi masalah hidup nantinya.
Sedangkan mengerjakan soal matematika bertujuan untuk mengembangkan kecerdasan otak bayi yang ada dalam kandungannya.
Agar anak mereka terkahir dengan otak jenius.
Dan
para ibu Yahudi yang tengah mengandung, terus menerus mengerjakan soal
matematika yang ada sampai tiba saat melahirkan. Kadang mereka
mengerjakan bersama suaminya dan bertanya kepada saudara-saudaranya bila
ada soal yang terasa sulit.
Artinya…mereka tidak melatih
kecerdasan otak anak mereka dari kecil, dari balita, dari umur 3 bulan,
tapi dari sejak di dalam kandungan !
Sebuah perencanaan yang dalam sekali !
Cara makan :Sejak
awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama
susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala (sekali
lagi, tanpa kepala!) bersama salad yang dicampur dengan badam dan
berbagai jenis kacang-kacangan.
Menurut wanita Yahudi itu, daging
ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi
kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan
otak anak didalam kandungan.
Sama seperti kebiasaan orang Jepang yang jenius juga dalam kerajinan memakan daging ikan )
Ini
adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. Menjadi semacam
kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan.
Ketika
diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen
menceritakan, “Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap
undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan
(hanya isi atau fillet),” ungkapnya.
Biasanya kalau sudah ada ikan,
tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja.
Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan
bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.
Perinsip
: “ kalau sudah makan ikan, tidak boleh ada daging yang dimakan
bersamaan “ ternyata sama dengan perinsip makannya Rasullullah S.A.W,
manusia terjarang sakit sedunia )
Mereka juga akan makan
buah-buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda
diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah-buahan dahulu.
Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti)
dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk.
Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.
Ternyata
makan buah dahulu baru nasi, akan menyebabkan buah busuk. Karena proses
pencernaan makanan di dalam perut kita itu memakan waktu yang lama.
Sehingga akan membuat buah mengalami antrian yang panjang sampai
akhirnya dia keburu busuk duluan.
( Pernah membiarkan apel yang
sudah terkelupas khan ? lama-lama akan kuning dan bisa membusuk khan ?
itu hanya didiamkan dan terkena udara loh…bagaimana kalau dicampur
olahan makanan di dalam perut kita ? Sudah pasti busuk duluan sebelum
dapat diproses. Jadi istilah “makan buah setelah makan nasi” sebagai
pencuci mulut itu SALAH. Makan buah sebelum makan nasilah yang benar,
bukan setelah makan nasi. Percuma. )
Anak-Anak Yahudi :Perhatian Stephen
selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat
memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang
badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever).
Kacang
Badam = Kacang Almond, atau Buah Almond, mirip dengan Buah Persik dan
Aprikot, hanya saja daging buahnya dibuang saat dipanen, sehingga hanya
menyisakan bijinya, karena itu disebut sebagai kacang.
Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata-rata mereka memahami tiga bahasa: Hebrew, Arab dan Inggris.
(
Ternyata mempelajari sesuatu yang baru itu menyeimbangkan kedua belah
otak kita. Contohnya ya seperti mempelajari bahasa yang berbeda – beda )
Sejak kecil pula mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban.
Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar.
Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak. Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.
Musik
yang mereka dengarkan ya musik yang bisa menambahkan kecerdasan otak
mereka. Yaitu musik yang lagak-lagak bethoven gitu deh.
( Ternyata sesuai dengan yang dikatakan Adi W Gunawan di buku Born To BE Genius )
Masa kanak-kanak :
Seterusnya
di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis
perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan
Stephen, “Perbandingan dengan anak anak di California, dalam tingkat
IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!” katanya.
Segala
pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari
pelajaran tadi, olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka.
Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari.
Menurut
teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak
fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela
negara.
Saya pernah membaca buku ( saya lupa judulnya ) yang
mengatakan : kalau anak-anak yang jago dalam hal olahraga, biasanya
mereka mempunyai kemampuan mengambil keputusan yang cepat, karena otak
mereka terlatih bergerak cepat, terlepas dari bagus atau tidaknya
prestasi mereka disekolah.
Sekolah Tinggi :
Di sini
murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk
menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan
memboroskan, tetap diteliti dengan serius.
Apalagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi.
Satu
lagi yg diberi keutamaan ialah fakultas ekonomi. Dr Stephen Carr Leon
sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka
belajar ekonomi.
Di akhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Dam mereka harus mempraktekannya.
Anda hanya akan lulus jika tim Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!
Anda terperanjat?
Itulah kenyataannya. Entrpreneurship dan networking digelorakan.
Oh iya…
Merokok bagi mereka adalah sesuatu yang tabu.
Bila
Anda diundang makan di rumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa
sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh
Anda merokok di luar rumah mereka.
Menurut ilmuwan Israel,
penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak
manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal
membawa generasi yang cacat otak ( bodoh). Suatu penemuan dari saintis
gen dan DNA Israel.
smoking-kills-gun-l
Jadi merokok
merupakan sesuatu yang kejam dan menjijikan bagi orang Israel !
Perbuatan terkutuk dan kejam bagi mereka mungkin. Karena bukan saja
merusak gen untuk keturunannya, tapi juga merusak gen orang-orang yang
ikut menghirupnya.
Hei bandingkan dengan Indonesia !!!
Di
jalanan, di angkot, di mall-mall, di warteg, di kampus, bahkan di
beberapa TERAS MASJID yang pernah saya kunjungi. ( Aoa coba di tempat
ibadah, malah ada perusak generasi bangsa, yang namanya rokok )
Kalau mau negeri ini berubah dan anak bangsa kita cerdas-cerdas, hilangkan rokok !
Jangan
menyalahkan pemerintah dulu dech… para orang miskin jangan cuma bisa
menuntut pemerintah banyak melakukan korupsi dech… Rokok dulu tuh
hilangin ! ( Uang rokok mendingan buat beli beras )
Jadi
mahasiswa jangan belagu ikutan demo-demo dech, kalau masih gelantungan
di bis sambil ngebulin asap rokok ! Apalagi kalo masih anak sekolahan !
Para
ustad-ustad di pesantren tolong dilepas tuh sorban, kalo masih ngebulin
asap rokok ! ( ustad yang gak ngerokok jangan ngamuk ya…)
Kalau
anda perokok yang jadi tersinggung dengan bagian diatas, Silahkan Hack
Blog ini, kalau anda bisa memberikan contoh bangsa yang sukses dan maju
dengan disertai budaya merokok yang mewabah.
Tidak bakalan ada.
Okeyh…
Mari
kita bersama-sama simpulkan kenapa bangsa Yahudi bisa sangat amat
sangat cerdas sehingga bisa menguasai dunia, baik dari segi kepintaran,
teknologi, maupun perekonomian.
1. Melahirkan anak dan keturunan
yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara yang bisa
diselesaikan semalaman. Perlu proses dan ketekunan dalam membina
generasi penerus.
( kesimpulan Dr Stephen Carr Leon)
2. Para
orang tua bangsa Yahudi mengerti bahwa melatih anak menjadi cerdas,
bukan saat anak mereka umur belasan tahun ataupun masih kecil, tapi saat
anak mereka masih di dalam kandungan ! Mereka mengerti baik karakter
dan kepintaran anak, tergantung dari aktivitas apa yang para ibu lakukan
sewaktu mengandung anak tersebut.
( Ini kesimpulan saya dari perkataan Ibu Roesmiati Soepandji )
3. Mereka mengharamkan rokok!!!
Jika
anda suka dan merasakan manfaat artikel ini, anda bisa membantu
membenahi bangsa ini dengan berbagi artikel ini lewat facebook anda.
Atau ada pendapat ? Silahkan tuliskan saja.
Sumber :