Friday, 22 July 2016

Band Indonesia yang punya nama unik, kamu pernah dengar lagunya?


Dunia musik Indonesia selama ini memang sebagian besar dipenuhi oleh grup musik atau band. Tak jarang grup band tersebut menjadi legendaris meski tak lagi eksis. Bahkan ada juga yang bertahan hingga usia belasan bahkan puluhan tahun.

Buat kamu yang besar di era 90-an pasti tahu grup band seperti Gigi, Dewa 19 hingga Sheila on 7 yang membawa hawa baru pada musik Indonesia. Tahun 2000 bisa disebut sebagai puncaknya band-band Indonesia. Hampir seluruh chart musik dikuasai oleh band-band seperti Peterpan, Ada Band, Padi, dan D'Masiv.

Banyaknya band-band Indonesia yang debut tiap tahunnya membuat band baru harus mempunyai sesuatu yang unik agar bisa dikenal banyak orang. Cara yang ditempuh kebanyakan adalah menggunakan nama yang unik. Apa saja nama-namanya? Simak ulasannya di bawah ini yang dirangkum brilio.net dari berbagai sumber, Selasa (19/7):

1. Buronan Mertua



2. Besok Bubar



3. Pegawai Negeri



4. Sore



5. Payung teduh






6. Dialog Dini Hari



7. Milisi Kecoa



8. Kuburan



9. Tani Maju



10. The Panas Dalam



Sumber :

komentar :

Selengkapnya

Foto wisuda yang unik dan gokil abis, dijamin terkenang terus deh!


Wisuda adalah salah satu fase paling penting setiap orang yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Perubahan hidup yang besar akan dimulai dari sini. Dari yang dulunya menuntut ilmu dan semua masih berada di bawah pengaruh orangtua, menjadi orang yang lebih mandiri dalam hal finansial.

Oleh karena itu wisuda menjadi momen-momen paling mengharukan baik untuk diri sendiri, teman-teman dan orangtua. Dan untuk mengenangnya mereka mengekspresikannya lewat foto-foto. Nah kalau kamu ingin momen wisuda terkenang sepanjang masa, nggak ada salahnya kok foto dengan pose gokil seperti 13 orang di bawah ini.

1. Ini berasa main film aja..

foto: news.cn

2. Mengedit dengan foto semasa kuliah, maknanya dalam nih..

foto: shanghaiist.com

3. Foto dalam air juga nggak kalah keren kok..

foto: halomalang.com

4. Kalau nggak bisa renang, gimana jika naik gunung saja?

foto: Citra Novitasari

5. Jangan lupa sama almamater ya?

foto: web.ugm.ac.id

6. Satu angkatan memang harus ada yang dikorbankan..

foto: campus.sanook.com

7. Wah ini mau niru jurusnya Naruto.

foto: baidu.com

8. Upsss baunya...


9. Ini sungguh anti mainstream dan nekat.

foto: buzzfeed.com

10. Waduh ngapain tuh meluk pohon?

foto: pinterest.com

11. Empat tahun kuliah akhirnya lulus juga guys...

foto: baidu.com

12. Tapi inget, pertarungan sebenarnya baru dimulai dari sini.

foto: minnpost.com

13. Bonus nih, untuk temen yang paling cantik..

foto: twitter.com


Sumber :

komentar :

Selengkapnya

Tampak nyata, awan besar ini ternyata dibuat dari ribuan lampu


Seniman asal Kanada Caitlind r.c. Brown & Wayne Garrett bekerja sama untuk membuat proyek yang berjudul CLOUD, sesuai namanya yang berarti awan, mereka berdua membuat instalasi sebuah awan raksasa yang menakjubkan. Lantas apa uniknya? Mereka berdua membuat instalasi tersebut dengan menggunakan 6.000 lampu lho.

Dalam intalasi tersebut para penikmat seni bukan saja hanya bisa memandangnya dari jarak tertentu, tapi juga diperbolehkan menyentuh, berada di bawah awan besar tersebut dan juga menyalakan sendiri lampu-lampu tersebut. Yup, itulah keunikan lainnya dari karya seni ini, tak hanya memasang lampunya saja, mereka juga memberi tali-tali yang berfungsi untuk sebagi saklar dari ribuan lampu tersebut.

foto: art-sheep.com
Ketika melihat karya seni ini pertama kali, kita akan melihat sebuah awan besar yang tengah menurunkan hujan. Tali saklar yang menggantung di antara awan tersebut memang membuatnya tampak seperti hujan turun. Sebuah pemandangan yang menakjubkan.

Selain di Kanada, instalasi seni tersebut sudah melakukan tour dunia ke Rusia, Portugal, Singapura, Israel, Belanda, Republik Ceko, dan lainnya. Hal ini menurut pembuatnya untuk menyampaikan semangat akan harapan baru dan optimisme pada orang-orang.

foto: art-sheep.co
"Dengan memanfatkan tali yang digunakan sebagai saklar sebagaimana lampu yang ada di rumah dan selalu ada dalam kehidupan sehari-hari manusia, membuat kita membayangkan potensi apa saja yang bisa kita dapatkan dari lingkungan kita".

Sumber :

komentar :

Selengkapnya

Diancam 5 Tahun Bui, Karena Ubah Pancasila Jadi Pancagila di Facebook

Ubah Pancasila Jadi Pancagila di Facebook, Sahat Diancam 5 Tahun Bui

Medan - Pemuda dari Toba Samosir, Sumatera Utara (Sumut) Sahat Safiih Gurning diadili karena mengubah Pancasila menjadi Pancagila. Sahat terancam lima tahun penjara atau denda Rp 500 juta.




Dalam daksaan jaksa, terungkap Sahat melakukan perbuatan itu pada April 2016. Pria kelahiran 18 September 1989 itu memasang foto dirinya menendang Burung Garuda Pancasila dengan kaki kanan di akun Facebook miliknya.

Tidak hanya itu, Sahat dalam akun Facebook itu juga menuliskan 'Pancasila itu hanya lambang negara mimpi, yang benar adalah Pancagila'. Sahat mendefinisikan Pancagila yaitu:

1. Keuangan Yang Maha Kuasa.
2. Korupsi Yang Adil dan Merata.
3. Persatuan Mafia Hukum Indonesia.
4. Kekuasaan Yang Dipimpin oleh Nafsu Kebejatan Dalam Persengkongkolan dan Kepurak-purakan.
5. Kenyamanan Sosial Bagi Seluruh Keluarga Pejabat dan Wakil Rakyat.

"Perbuatan terdakwa merupakan tindak pidana penghinaan terhadap Lambang Negara dan melanggar Pasal 68 UU No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta lagu Kebangsaan atau Pasal 154 huruf a KUHP," demikian dakwa jaksa.

Selain itu, warga Jalan Sosor Ladang Desa Tangga Batu I Kecamatan Parmaksian Kabupaten Toba Samosir itu juga menuliskan kata-kata yang dinilai mengandung penghinaan lambang negara. Yaitu menulis ' Berbeda-beda Tetapi Sama Rakus' dan menulis 'Republik Maling' di atas gambar bendera RI-peta RI serta ditulis 'NKRI Harga Jual' di bawahnya.

"Juga memasang gambar seorang anak laki-laki sedang menendang anggota kepolisian yang sedang berpakaian seragam dinas Kepolisian." ucap jaksa.

Atas perbuatannya, Sahat ditangkap oleh anggota Polres Toba Samosir pada tanggal 13 April 2016, dan selanjutnya diajukan ke persidangan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Sahat didakwa Pasal 68 UU No 24 Tahun 2009 yang berbunyi:

Setiap orang yang mencoret, menulisi, menggambari, atau membuat rusak Lambang Negara dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Lambang Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 huruf a, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta.

Atas dakwaan itu, kuasa hukum Sahat yaitu Kirno Siallagan dan Juaramintua Hasibuan keberatan.

"Menyatakan Surat Dakwaan Penuntut Umum batal demi hukum karena tidak sesuai dengan Pasal 142 ayat 2 KUHAP, dan mohon majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Balige membebaskan Terdakwa dari Tahanan," kata Kirno dalam sidang di PN Balige sore hari.

Atas keberatan penasihat hukum, sidang yang dipimpin oleh ketua majelis hakim Derman P Nababan memberikan waktu sepekan kepada jaksa Zulhelmi Sinaga yang juga Kepala Kejaksaan Negeri Balige untuk memberikan jawaban balik atas eksepsi itu.

Kasus ini mengundang perhatian masyarakat Toba Samosir. Ruang sidang yang biasanya sepi dipenuhi masyarakat untuk mengikuti persidangan Sahat. Sepanjang persidangan, Sahat yang mengenakan kemeja warna biru dan rompi tahanan kejaksaan menyimak dengan seksama persidangan.



Sumber :

komentar :

Selengkapnya

Thursday, 21 July 2016

Kebangkitan Turki, Awal Kehancuran Israel

(1) Bagi kalangan anti-Erdogan. Hubungan diplomatik dengan Israel, selalu menjadi amunisi menghancurkan reputasi. Tutup mata pada sejarah. Turki di era AtTatruk terikat perjanjian dengan Barat (AS-UK), di antaranya kewajiban memberi restu terhadap negara Israel di tanah Palestina.

(2) Perjanjian yang sama soal Selat Bosphorus yang harus dibuka menjadi perairan internasional. Pun perjanjian Turki tidak boleh mengeksplorasi sumber daya alam dari tahun 1923 hingga 2023. 60 tahun Turki tunduk pada kepentingan komprador. Hanya di era AKP dan kepemimpinan Erdogan, Turki bangkit percaya diri.

(3) Turki Baru di tahun 2023, menjadi spirit bersama bangsa Turki. Turki dengan kegagahan ekonomi, kedigjayaan militer, kelihaian diplomasi, dan ruh jihad di kalangan rakyatnya. Turki tak kenal lelah merealisasikan cita-cita tertunda dari Sultan Salim, dan tentunya cita-cita Sultan Abdul Hamid II, yang menolak keberadaan Israel di Palestina.
(4) Kerja Sultan Erdogan kini fokus pada cita-cita pembebasan AlAqsha. Tentu secara bertahap. Setelah sukses membangun soliditas internal bangsa Turki. Kini Suktan Erdogan melebarkan sayap: menebar kekuatan Turki ke titik-titik strategis. Qatar dan Somalia menjadi basis militer Turki di Teluk dan Afrika. 2 negeri yang head to head dengan kepentingan Israel sekaligus.

(5) Kenapa Qatar? Ambisi Israel Raya jelas memasukkan Mekkah dan Madinah. Israel juga berkepntingan dengan laut Merah dan selat Aqabah perbatasan Saudi dan Mesir. Sementara di Afrika. Israel menempatkan basisnya di Eriteria, yang berbatasan dengan teluk Aden. Seakan Sultan Erdogan tengah mengimbangi, pengaruh Israel di Timteng dan Afrika.

(6) Mengapa saya optimis? Sebab saya yakin dengan analisa Syaikh Ahmad Yasin saat wawancara dengan AlJazeera TV sebelum dirudal. Beliau menegaskan keyakinannya bahwa kehancuran Israel akan dimulai tahun 2027. Bagi Syaikh Yasin. Tidak ada peradaban kafir yang bisa bertahan lebih dari 100 tahun, dengan satu syarat: kaum Muslimnya bangkit melawan.

(7) Jadi. Kita harus terus mempersiapkan diri sebagaimana Sultan Erdogan mempersiapkannya. Adapun yang teriak-teriak anti Yahudi tapi aman dari serangan Yahudi. Patut dicurigai. Karena mereka memang ada untuk menjadi bagian suksesor tim Israel Raya.



Sumber :

komentar :

Selengkapnya

INFormasi... Gak Basii...

infosihh.blogspot.com

Mobile | Lintas.me
sansanichsan71@gmail.com
Back to Top
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...