Siapa sih yang tidak kenal dengan dongeng Cinderella? Cerita tentang
seorang gadis baik hati dengan sepatu kaca yang berhasil memikat hati
sang pangeran. Dongeng yang sudah ada sejak lama ini bahkan juga sudah
sering dibuat sebagai film, baik film kartun ataupun
remake film dengan alur cerita yang sedikit diubah. Meski begitu dongeng ini toh tetap disukai sebagai kenangan masa kanak-kanak.
Kisah Cinderella memiliki resep yang sama seperti dongeng yang
lainnya, yaitu kebaikan melawan kejahatan. Formula dongeng ini berkisar
tentang seorang gadis baik hati yang diperlakukan tidak adil oleh ibu
tiri dan dua saudari tirinya. Namun ia akhirnya berhasil lepas dari
masalah dan menikah dengan seorang pangeran yang jatuh cinta padanya.
Nah, kisah dengan formula yang mirip seperti ini ternyata banyak
ditemukan di berbagai negara lainnya, lho. Berikut ini beberapa versi
kisah Cinderella yang dimaksud.
1. Ye Xian dari China
Ye Xian adalah variasi kisah Cinderella paling tua yang pernah
dikenal. Cerita ini pertama kali dicetak pada abad ke-9 dalam kompilasi
legenda dan dongeng dari Youyang. Yang berbeda dalam dongeng ini adalah
saudari tiri Ye Xian hanya satu, yaitu Jun Li. Dalam dongeng ini, yang
membantu Ye Xian bukanlah sosok ibu peri, melainkan ikan yang sangat
besar dan cantik dengan mata serta sisik emas. Ikan yang tinggal di
danau dekat rumahnya ini adalah penjaga yang dikirimkan oleh ibu kandung
Ye Xian dari surga. Namun dalam dongeng ini, ikan ini akhirnya dimasak
dan dimakan oleh ibu tiri dan saudari tirinya. Meski begitu
tulang-tulang ikan ini ternyata memiliki kemampuan yang ajaib yaitu bisa
mengabulkan permintaan. Maka Ye Xian meminta gaun yang indah agar bisa
datang ke sebuah festival tahunan.
![Lukisan tentang Ye Xian [Image Source]](https://lh3.googleusercontent.com/blogger_img_proxy/AEn0k_uN5_oyBbi1Tn5Xkzf94mV8RejJrIKkBWySHlWmhdXcgoLmaOfmvV08peuymhX6CuMCEOrc_WUSyvgg6ceMGz_SAoQL6Qy2BkzwM-qwCr4eq2vt27Wh_ZloGmIgqvtb7GVtSeFrr_U2FmHpo5VEArQ=s0-d)
Lukisan tentang Ye Xian [Image
Source]
Dongeng
Ye Xian juga meliputi cerita tentang bagaimana ia diperlakukan secara
semena-mena oleh ibu tiri dan saudari tirinya, serta tentang peristiwa
ketika kecantikan Ye Xian yang memakai baju indah membuat banyak mata
terpesona padanya. Jika dalam kisah Cinderella ada sepatu kaca yang
tertinggal, maka dalam kisah Ye Xian sepatu emas-lah yang tertinggal.
Berkat sepatu emas ini, Ye Xian akhirnya menikah dengan sang pangeran.
Di beberapa versi yang lain, suami Ye Xian ternyata menjadi serakah
dan menyalahgunakan kekuatan tulang ikan milik Ye Xian. Akhirnya tulang
ikan tersebut kehilangan kekuatannya sehingga Ye Xian kemudian mengubur
tulang ikan tersebut di tepi laut bersama emas yang sangat banyak. Raja
dengan beberapa pasukan berusaha mencari tulang ikan tersebut, tapi
sudah tidak pernah ditemukan lagi.
2. Tam dan Cam dari Vietnam
Dalam dongeng dari Vietnam ini, Tam adalah si baik, dan Cam adalah si
jahat. Sama seperti alur kisah Cinderella, Tam juga mengalami berbagai
macam siksaan dari Cam dan ibu tirinya. Namun dengan bantuan Budha dan
pelindungnya, ia berhasil bebas dari saudari dan ibu tirinya serta
menikah dengan pangeran. Meski begitu, cerita ini masih belum berakhir.
![Ilustrasi dongeng tentang Tam dan Cam [Image Source]](https://lh3.googleusercontent.com/blogger_img_proxy/AEn0k_vLh3Ar8Q19dNaWB0p774ysheqg3aZ74IoeSQogn9WwhRYAuXr26zmGcHtQWuoog-FOJetDuMAtgq3sr7rRSYN1kKLtSYFWDn2PHesuCQOIMAXsqOmyX1ZNBFbiBCQfBKxnBW4wevQcXokTNhBDdkWLnCbLDVGq2QfwlI865w=s0-d)
Ilustrasi dongeng tentang Tam dan Cam [Image
Source]
Ketika
ayah Tam berulang tahun, Tam pulang kembali untuk menunjukkan
penghormatannya kepada sang ayah. Dari sini cerita berlanjut semakin
serius. Tam akhirnya terbunuh oleh ibunya sehingga Cam menikahi raja
menggantikan saudaranya. Namun Tam ternyata beberapa kali bereinkarnasi
mulai dari menjadi burung, pohon cedar, hingga pohon kesemek. Namun ia
selalu dihancurkan oleh Cam dan ibunya. Namun setelah ia berubah menjadi
kesemek, barulah ia memiliki kemampuan untuk menjadi sosok manusia
sehingga bisa bertemu lagi dengan raja. Jika di kisah Cinderella tidak
diceritakan bagaimana akhir kisah tokoh jahatnya, versi Tam dan Cam
memiliki akhir yang mengerikan untuk si tokoh jahat.
Cam yang kembali bertemu Tam bertanya apa sebenarnya rahasia
kecantikannya. Tam menjawab bahwa rahasia kecantikannya adalah mandi di
air mendidih. Cam kemudian melakukan saran Tam dan terebus hidup-hidup.
Tubuh Cam kemudian dipotong-potong dan dijadikan satu toples makanan.
Tam mengirimkan toples tersebut kepada ibu tirinya. Ibu tirinya yang
tidak tahu asal makanan tersebut langsung saja membuka toples dan
memakannya. Burung gagak yang lewat kemudian berteriak,
“Lezat! ibu memakan daging putrinya sendiri! Apa masih ada sisa? Beri aku sebagian.”
Ibu tiri tersebut marah, tapi setelah makanan tersebut habis, ia
menemukan kepala Cam di dasar toples sehingga ia kemudian tewas karena
saking kagetnya.
3. Si Cantik Vasilisa dari Rusia
Kisah ini juga sama seperti cerita Cinderella dengan formula yang
sama. Satu ibu tiri, dan dua saudari tiri. Namun ada beberapa perbedaan
yang lebih mencolok dalam cerita ini. Misalnya, bantuan yang dia
dapatkan bukan dari seorang ibu peri, melainkan sebuah boneka
peninggalan ibunya. Selanjutnya, dalam cerita ini Cinderella bukan sosok
yang diam dan menunggu diselamatkan pangeran, namun ia berani menjadi
lebih mandiri.
![Lukisan dongeng Vasilisa [Image Source]](https://lh3.googleusercontent.com/blogger_img_proxy/AEn0k_tZaQ9YtRzNDkldhFdLHUmT02UeYfALNzDD9Tm06TfHXgIR4Nxg_hmXhxqlRyKgeovvHN5a6EwcSmEv0Wrs52eDGoLyoKwNNO01DpZgvH-6J6dt-vfxGlI30OSQDRROWiSAaHEuBDmQGtZbnmO7Bk4=s0-d)
Lukisan dongeng Vasilisa [Image
Source]
Demi
mendapatkan cahaya, Vasilisa pergi ke hutan dan menemui Baba Yaga yang
seram. Di perjalanan ia bertemu dengan pria berkuda dalam pakaian serba
putih, serba merah, dan serba hitam yang melambangkan pagi, senja, dan
malam. Tidak hanya itu saja, dalam cerita ini Vasilisa juga tidak
langsung menikah dengan raja. Batu bara yang dibawa Vasilisa dari Baba
Yaga ternyata membakar ibu dan saudara tirinya. Vasilisa kemudian
memilih untuk bekerja sebagai pembuat kain dan keahliannya dikenal di
ibu kota Rusia. Reputasinya terdengar sampai ke telinga Raja yang
akhirnya menikahi Vasilisa. Terlihatlah bahwa di dongeng versi ini,
terdapat perjuangan nyata dari Vasilisa, jadi bukan hanya karena sepatu
yang tertinggal.
4. Rushen Coatie dari Skotlandia
Versi dongeng yang satu ini datang dari Skotlandia. Dalam cerita ini,
ada 4 orang tokoh jahat yaitu ibu tiri dan 3 orang saudari tiri. Dalam
dongeng ini juga tidak ditemukan sosok peri, sedangkan yang membantu
Rushen Coatie adalah seekor anak sapi berwarna merah.
![Rushen Coatie dan anak sapi merah [Image Source]](https://lh3.googleusercontent.com/blogger_img_proxy/AEn0k_t7D-pV0XrN4jVp1uUSMa_-NnWpuxt9z0uY8BlivP__ViWsWaZFj5mE3C0ZhPMwat33JbXP1Z-bcJihV92_50bYFVItGmP0UEROTzdDRU9Rq_nAR2NIHr_NpTAzMQZ9d9arMFco3YA11cOex95yEVa-rf2WwQ0Jm-efue5Lb96eX-io3_fDbM9w=s0-d)
Rushen Coatie dan anak sapi merah [Image
Source]
Selain
itu, pertemuan dengan pangeran juga tidak terjadi sekali saja, tapi
hingga tiga kali. Di pertemuan ketiganya inilah pangeran memasang
penjaga untuk menghentikan agar ia tidak lari. Tapi ia melompati mereka
dan sepatunya yang terbuat dari kaca jatuh dan tertinggal. Seperti dalam
kisah Cinderella, pangeran juga menggunakan sepatu ini untuk menemukan
wanita yang temui di pesta. Saudara tiri Rushen Coatie memotong sebagian
kakinya agar muat dengan sepatu tersebut, tapi pangeran mengetahuinya.
Rushen Coatie yang akhirnya mencobanya kemudian menikah dengan pangeran.
5. Pohon Birch yang Menakjubkan dari Finlandia dan Rusia
Versi cerita yang ini lebih mengenaskan dari cerita sebelumnya sejak
awal hingga akhir cerita. Ibu tiri dalam dongeng ini sebenarnya adalah
seorang penyihir yang menyamar. Setelah mengubah seorang wanita menjadi
domba, ia berubah bentuk menyerupai wanita tersebut dan tinggal bersama
keluarganya. Sementara itu, si penyihir kemudian menyuruh suaminya
membunuh si domba (yang sebenarnya adalah istrinya sendiri).
![Lukisan dongeng pohon Birch. Dalam satu adegan menggambarkan putri penyihir yang berubah menjadi jembatan [Image Source]](https://lh3.googleusercontent.com/blogger_img_proxy/AEn0k_utbPpnwCu4laQIIpJpVjEhbPFLhbvscDyCPiSenfyAJ-UiW4GcSUhjirphN70IBy1Pcwdvw99IRIf2J_3xRFFWQo4IvGJ8dw50PxaKVV3ajfu5_CjT1GIlAACFVGZI-w9vMvqCWNUxf4NROwsuXrDShNfXFr--TPK59BndNNqmh7HCPfGmaJGuOFVoe5pfmELWMzJy9EhFF1EVH8DZP4RIjDCB8ja0WY_O3CPIDpgbMyQ6pg1DMvAW5eTmbtSw2r5gXQ=s0-d)
Lukisan dongeng pohon Birch [Image
Source]
Cerita
berlanjut dengan si penyihir yang akhirnya memiliki anak sendiri dan
menyiksa anak asli dari si wanita yang berubah menjadi domba tersebut.
Sementara itu, anak perempuan yang menjadi tokoh baik ini mendapatkan
bantuan dari pohon birch yang tumbuh dari tulang belulang domba yang
sudah di sembelih tersebut.
Pertemuan dengan pangeran dalam cerita ini juga tidak terjadi sekali,
tapi beberapa kali. Di setiap pertemuan, pangeran berhasil mendapatkan
barang berharga si putri mulai dari cincin, sepatu, dan gelang. Dengan
tiga benda inilah pangeran bisa menemukan putri kembali. Tapi sekali
lagi, dengan kekuatan penyihir, si putri diubah menjadi rusa dan anak
penyihir yang menggantikannya. Namun pada akhirnya, si putri ternyata
berhasil berubah menjadi manusia kembali, tapi karena malu tidak memakai
pakaian, ia berubah menjadi alat tenun. Pangeran yang tahu istrinya
tidak berubah kembali menjadi manusia, langsung menghancurkan alat tenun
tersebut.
Tidak berhenti di situ, pangeran kemudian memasang jebakan untuk si
penyihir dan putri-putrinya. Ia memerintahkan api besar dibuat di bawah
sebuah bak mandi yang diisi aspal dan ditutup dengan kain berwarna
cokelat dan biru. Si penyihir dan putrinya kemudian masuk ke bak mandi
tersebut sehingga mereka terbakar hingga tewas. Dalam cerita ini, baik
tokoh baik maupun tokoh jahat semuanya meninggal dan tidak ada yang
selamat.
Tidak semua kisah dongeng itu selalu berakhir bahagia. Bahkan
terkadang ada juga beberapa yang berakhir menyedihkan atau bahkan cukup
mengerikan. Namun sebenarnya inti dari semua cerita tersebut adalah
untuk mengajarkan tentang nilai moral dan kebaikan.
Sumber :