Konflik yang terjadi antara Israel dan Palestina sudah terjadi sejak
pertengahan abad ke-20 hingga sekarang. Konflik terbesar terjadi antara
tahun 1964-1993 dengan korban lebih dari 21.000 jiwa. Korban terbanyak
dimiliki oleh Israel yang secara kekuatan memang kalah jauh. Apalagi
Palestina terus melakukan penekanan hingga akhirnya wilayah yang
dimiliki oleh Israel menjadi semakin sempit.
Apa yang dilakukan Palestina ke Israel sudah dianggap sebagai kejahatan perang. Bahkan banyak sekali lembaga internasional memberikan predikat buruk kepada sekutu Amerika di Timur Tengah itu. Boombastis telah merangkum 4 hal yang menunjukkan jika Israel adalah penjahat perang.
Seorang
anak dari Palestina bernama Waim Marouf ditemukan meninggal dunia di
penjara Israel. Tubuhnya memiliki 28 luka bakar akibat rokok di tangan,
dada, dan juga punggung. Diduga anak ini mengalami siksaan mengerikan
dan meninggal akibat tubuh tak bisa lagi menahan rasa sakit yang telah
mengumpul selama berbulan-bulan. Kasus Waim hanyalah salah satu bukti
jika Palestina benar-benar penjahat perang. Karena seharusnya anak-anak
dilindungi saat terjadi konflik, tidak dipenjara lalu disiksa hingga tak
bernyawa.
Seorang
wanita hamil dan anak-anak meninggal dunia setelah diberondong peluru
dari pesawat tempur milik Israel. Apa yang terjadi pada wanita dan
anak-anak ini adalah bukti jika Israel tidak mengindahkan adanya hak
asasi manusia. Negeri itu hanya bernafsu menguasai semua wilayah tanpa
memedulikan nasib orang lain. Kejahatan perang yang dilakukan oleh
Israel benar-benar tak bisa ditolerir lagi.
Israel
memiliki trik untuk memancing konflik dengan konfrontasi. Akhirnya
pihak Palestina geram dan melancarkan aksi serangan. Dari aksi serangan
inilah Israel akan membalas dengan kekuatan yang jauh lebih besar.
Mereka akan berdalih jika serangan itu dilakukan untuk membela diri,
membalas apa yang telah Palestina lakukan. Ibaratnya Palestina melempar
petasan lalu dibalas dengan lemparan granat.
Apa
yang dilakukan oleh Israel tentu membuat banyak negara di dunia gerah.
Terutama mereka yang ada di kawasan Timur Tengah dan Afrika, seperti
Mesir, Tunisa, dan Pakistan. Penolakan ini menimbulkan sebuah dugaan
jika Israel telah banyak melakukan perang. Terutama perang yang terjadi
di tahun 1964-1993. Kejahatan yang mereka lakukan bisa membuat Israel
dikucilkan oleh dunia. Namun apakah ini bisa terjadi sementara Israel
bersekutu dengan Amerika?
Demikianlah 4 fakta miris yang menunjukkan Israel merupakan penjahat
perang. Apa yang mereka lakukan kepada Palestina dan negara sekitarnya
benar-benar di luar batas. Dan hukuman yang berat sudah sepantasnya
dijatuhkan kepada mereka. Bagaimana pendapat sobat Boombastis semuanya?
Sumber :
Apa yang dilakukan Palestina ke Israel sudah dianggap sebagai kejahatan perang. Bahkan banyak sekali lembaga internasional memberikan predikat buruk kepada sekutu Amerika di Timur Tengah itu. Boombastis telah merangkum 4 hal yang menunjukkan jika Israel adalah penjahat perang.
1. Israel Menyiksa Anak-Anak Palestina
Israel banyak sekali menangkap anak-anak dari Palestina yang berusaha melawan serangan yang dilancarkan. Akibatnya banyak dari mereka yang ditangkap lalu dipenjara di tempat yang mengerikan. Bahkan mereka juga mengalami siksaan yang sangat berat hingga berujung pada kematian yang mengenaskan.
anak palestina [image source]
2. Israel Membunuh Wanita dan Anak-Anak
Hidup di daerah konflik Isreal dan Palestina adalah hal yang mengerikan. Setidaknya itulah yang dialami oleh banyak sekali wanita dan juga anak-anak yang ditinggalkan suaminya untuk berperang. Mirisnya, Israel tak memedulikan siapa saja mereka, mau anak-anak, mau wanita sekali pun tetap akan dibombardir dengan cara yang mengerikan. Seperti yang terjadi di Oktober tahun 2015 silam.
Palestina dibom [image source]
3. Memancing Konflik Menjadi Berkepanjangan
Sebuah konflik akan terus terjadi jika kedua belah pihak tak mau menyerah, tak ada pihak yang kalah, dan ada pihak yang sengaja memancing masalah untuk membuat kerusakan semakin parah. Israel adalah negara yang menginginkan konflik terus terjadi sampai kapan pun. Dengan begitu, lambat laun daerah yang dicaplok akan semakin besar. Selain itu para milisi dari Palestina juga akan semakin habis.
memancing konflik [image source]
4. Menolak Adanya Review HAM
PBB mengadakan sebuah program bernama The Universal Periodic Review atau UPR untuk melakukan review masalah pelanggaran HAM di suatu negara. Program ini akan dilakukan di semua negara anggota PBB yang berjumlah 193 negara. Dari ratusan negara itu, hanya Israel yang menolak untuk dilihat masalah pelanggaran HAM yang terjadi di negaranya.
protes dunia kepada Israel [image source]
komentar :
Selengkapnya
![Berbekal mekanisme kompleks ala Archimedes, ketapel ini menjadi lebih mematikan dari yang pernah ada [Image Source]](http://i0.wp.com/boombastis.com/wp-content/uploads/2015/12/ketapel-mekanik-archimedes.jpg?resize=85%2C54)





